Showing posts with label Horror Side. Show all posts
Showing posts with label Horror Side. Show all posts

Another Creatures Besides Human

Banyak orang percaya kalau Orbs adalah bentuk lain dari hantu, yaitu berbentuk bola cahaya. orbs ini diyakini sebagai suatu energi yang berasal dari manusia yang pernah hidup di bumi ini. Ada juga yang mengatakan kalau Orbs itu adalah roh-roh yang masih merasa terikat dengan kehidupan mereka sebelumnya karena suatu alasan tertentu.

Orbs adalah suatu anomali yang paling banyak tertangkap dalam foto. Mereka dapat muncul hanya dalam bentuk yang trasparan atau tampak jelas. Sangat mudah bagi siapapun untuk mendapatkan Orbs menggunakan kamera-nya. Hal ini dikarenakan hantu hanya memerlukan energi yang lebih sedikit ketika membentuk Orbs. Menurut orang-orang yang tinggal di negara dengan 4 musim, mereka percaya kalau pada bulan-bulan terdingin di setiap tahunnya, hantu dapat muncul lebih mudah dalam bentuk lain selain Orbs. Saat dimana terdapat begitu banyak energi listrik statis di atmosfer, yaitu sekitar bulan Oktober sampai Februari. Pada saat itu mereka mampu memanfaatkan energi yang dimiliki manusia untuk menampakkan dirinya.

Gue mendapatkan informasi dari situs yang membahas mengenai hal-hal yang ada hubungannya dengan "paranormal". Disana disebutkan kalau roh dan hantu itu tidak persis sama. Roh mampu melanjutkan keberadaan mereka dengan mental dan emosi yang mereka miliki, tidak seperti hantu. Besar kemungkinannya roh tidak menampakkan dirinya di hadapan pemburu hantu. Meskipun roh tersebut berhasil terdeteksi, mungkin penampakan mereka ada dalam bentuk kabut ektoplasma, serta penampakan dengan full body atau utuh. Roh berkomunikasi atau menampakan dirinya sesuai dengan keinginan mereka. Tapi mereka jarang terdeteksi dengan peralatan pemburu hantu atau dalam kamera.

Ada tiga jenis penampakan hantu, yaitu Orbs, Ektoplasma, dan Vortex. Oke, tapi sebelumnya gue mau ganti dulu istilah hantu disini dengan sebutan Jin. Ini berkaitan dengan kepercayaan gue, kalau di dunia ini nggak ada yang namanya hantu, yang ada cuma jin atau jin yang menyerupai "sesuatu".

Orbs. Ket: Gambar ini diambil dari mesin pencarian Google
Berdasarkan literatur yang gue baca, Orbs adalah tahap pertama kemuncula dari jin. Jin terbuat dari api, bila mereka menjalani aktivitas, maka energinya akan memperngaruhi kelembaban udara. Orbs berbentuk bulatan-bulatan kecil, dan pada tahap ini bisa dikatakan kekuatan Jin tidak terlalu kuat.

Ektoplasma. Ket: Gambar ini diambil dari mesin
pencarian Google

Tahap kedua adalah Ektoplasma, energi yang keluarkan oleh Jin lebih besar dari pada saat berbentuk Orbs. Ektoplasma ini rupanya seperti asap putih yang memiliki bentuk tidak teratur, rata-rata terlihat seperti asap rokok. Dalam betuk Ektoplasma, Jin/makhluk halus sudah bisa menggerakkan benda-benda ringan atau kecil.

Vortex. Ket: Gambar ini diambil dari mesin pencarian Google

Tahap ketiga, ada Vortex. Energi yang dimiliki sangat tinggi karena dibantu oleh manusia yang memiliki kekuatan sihir atau bersekutu dengan Jin. Jin akan menyerap energi dari manusia agar bisa memiliki wujud yang sempurna dalam dimensi manusia.

Tapi bayak juga ternyata yang kontra dengan penjelasan mengenai Orbs, Ektoplasma dan Vortex yang dikait-kaitkan dengan keberadaan makhluk halus atau Jin. Itu sih bagaimana kepercayaan masing-masing orang. Seperti misalnya pemahaman mengenai Orbs yang banyak menuai pro dan kontra. Gue sendiri pada awalnya mengira kalau Orbs itu hanya anomali dari lensa kamera dengan cahaya dari objek foto. Itu memang benar, tapi kita juga tidak bisa pungkiri kalau ada makhluk lain selain kita di dunia ini. Sebenarnya tidak perlu memperdebatkan benar atau tidak mengenai penjelasan di atas karena pada dasarnya mereka memang ada. Manusia makhluk paling mulia yang diciptakan oleh Tuhan (Allah SWT), dan kita hidup berdampingan dengan mereka, yang dikenal dengan sebutan Jin.

Ektoplasma, pasti dari gambar di atas terlihat seperti asap rokok. Pada kenyataannya, ektoplasma ini hampir tidak seperti asap rokok karena kemunculannya yang begitu singkat. Seperti yang pernah dialemin sama adik gue. Adik gue kerja di rumah sakit. Waktu itu dia dapet shift siang, jam kerja dari jam 2 sampai jam 8 malem. Pas udah waktunya buat pulang dan dia juga udah ada di parkiran, tiba-tiba ada barang yang ketinggalan di ruang kerjanya. Adik gue balik lagi ke dalam buat ambil barangnya yang ketinggalan itu. Di ruang kerja sudah tidak ada siapa-siapa. Tiba-tiba di dekat pintu masuk ada sekelebat putih bergerak sangat cepat. Bentuknya seperti asap rokok, tapi asap rokok tidak akan memiliki pergerakan seperti itu.

Segitu dulu penjelasan gue mengenai tiga jenis penampakan Jin atau makhluk halus. Sebenarnya masih banyak bentuk lain, tapi the main types of ghost's appearance hanya tiga diatas. It just for have fun! :D

Tokoh Mistis Terpopuler Versi Si Mpril

Ada banyak macam makhluk halus di negeri kita ini, dari mulai kuntilanak, genderewo, wewe gombel, tuyul, dan masih banyak lagi yang belum disebutkan. Setiap daerah memiliki makhluk halus jagoannya sendiri, yang memiliki intensitas kemunculan yang sangat tinggi #meureun :D. Sekarang gue bakal share-in makhlus halus apa aja yang pernah populer pada zamannya, yaitu yang ceritanya itu booming sejak gue masih SD sampai gue masih duduk di bangku SMA. Check it out!

1. Kuntilanak Merah

Hasil googlling, sengaja ga nyari yang serem :P


Mungkin kita udah nggak aneh lagi dengan makhluk halus yang satu itu, yaitu kuntilanak yang pake dress warna merah. Kuntilanak itu banyak ceritanya tersebar, tapi entah kenapa nama kuntilanak merah ini setingkat lebih serem dari kuntilanak-kuntilanak sebaya-nya, yang cuma punya baju cadangan warna putih semua. xoxoxo. Gue pertama kali denger nama makhluk ini pas kelas 3-4 SD. Seorang warga mengaku pernah melihatnya di kebun bambu samping lapangan voli. Dia melihat hantu tersebut lompat dari satu pohon bambu ke pohon bambu lain, dengan kata lain makhluk itu terbang hilir  mudik di sekitar kebun bambu itu cuy. (O_o)

Seiring berjalannya waktu, masa kejayaan kuntilanak merah pun  berakhir, meskipun di daerah lain masih saja ada kabar tentang eksistensi si kuntilanak merah ini.

2. Mr. Gepeng

Mungkin ada yang pernah denger tentang makhluk ini di salah satu film yang terkenal dengan original soundtraknya, Antara Ada dan Tiada - Utopia. Disitu diceritakan hantu gepeng adalah hantu bermuka gepeng yang meninggal karena kepalanya terjepit pintu lift. Ternyata sebelum film itu ditayangkan, jauh-jauh sebelumnya, masih saat gue masih SD, cerita Mr. Gepeng itu sudah tersebar luar. Gue kurang tahu dari mana asal ceritanya dan apa penyebab kematian si Mr. Gepeng itu. Ada satu hal unik yang masih gue inget waktu Mr Gepeng jadi hantu primadona di sekolah gue. Katanya ada ritual yang bisa mengundang kedatangan Mr Gepeng. Pertama kita harus mencari ruangan kosong tertutup dan saat itu ruangan yanng dipilih adalah ruangan kelas 6 saat sedang istirahat (baca: sepi). Kemudiah in front of the class, gue dan beberapa sohib gue melakukan gerakan kaki, ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang, sambil beberapa kali menepukan tangan. Apakah Mr Gepeng hadir saat itu? Ada temen gue bilang dia melihatnya, tapi yang gue tahu waktu itu bukan sosok Mr Gepeng yang datang, tapi suara burung gagak yang membuat gue dan temen-temen gue berhamburan keluar kelas saking parno-nya, hahaha...

3. Kepala Buntung "Sungai Cikapundung"

Hantu kepala buntung ini sering terlihat hilir mudik di sungai cikapundung, meskipun sekarang eksistensinya sangat menurun. Ceritanya pernah diceritakan di Ardan NightMare Side pas gue masih SD, yang denger ceritanya di Ardan itu kakak pertama gue. Rumah gue dulu bersebrangan dengan Cisitu Lama dan dipisahkan oleh sungai cikapundung. Meskipun jarak rumah gue dengan sungai cikapundung cukup jauh, tapi gue bisa melihat aliran sungainya di balkon. Saat itu menjelang maghrib dan gue masih asik-asikan nyanyi di balkon (namanya juga anak kecil), dan saat itulah gue melihat kepala buntung melintas di depan mata gue. Sungai cikapundung itu panjang, tapi spot yang paling menyeramkan adalah daerah dekat bendungan (orang asli cimbuleuit pasti tahu). Banyak kejadian disana, ada yang bilang daerah itu sering dijadika ntempat bunuh diri mahasiswa-mahasiswa yang depresi, sering ditemukan orang hayut, dan yang terakhir gue denger ada seorang nenek yang terbawa hanyut saat sungai-nya sedang pasang (dalam bahasa sunda: caah). Selain kepala buntung, masih ada lagi jenis hantu yang lainnya. Seperti hantu berekor tikus, yaitu hantu bertubuh manusia berekor tikus dan berlari mundur sangat cepat.

4. Keranda Mayat Terbang

Mungkin kejadian ini nggak cuma booming di daerah gue doang. Lagi-lagi hal yang similar pernah diceritakan di Ardan NightMare Side, hanya saja disana keranda mayatnya nggak sampai terbang. Di ujung komplek tempat gue tinggal dulu adalah kebun tak terurus dan bila terus ditelusuri ke arah menuju jalan besar terdapat tempat pemakaman umum. Jajaran komplek tempat gue tinggal-lah yang sering dijadikan jalan alternatif mengantarkan mayat menuju tempat pemakaman umum untuk dikuburkan. Ketika itu terdengar pengumuman turut berduka cita atas meninggalnya salah satu warga yang tinggal di perumahan yang sama dengan gue tapi berbeda komplek. Ada yang bilang pemakamannya tidak disegerakan, dan dari sana datanglah cerita tentang keranda mayat yang terbang sendiri melewati komplek gue. Sial! (o.O)/

5. Kuntilanak

Gue lupa nama pasti makhluk halus satu ini apa, yang pasti masih kerabatnya kuntilanak. Cerita ini pertama kali gue denger pas masih SD. Kuntilanak ini tertangkap kamera sedang menyusuri lorong di suatu bangunan sambil membawa bayi. Entah bayi atau benda apa yang dia pegang oleh salah satu tangannya (dalam bahasa sunda: digiwing). Foto kuntilanak ini sampai di tempel di beberapa tempat fotokopi. Dulu, saking penasarannya gue sama sosok kuntilanak itu, gue bela-belain dateng ke tempat fotokopi yang katanya nempelin kopian foto kuntilanak itu. Fotonya masih bisa dilihat di home page primbon, mungkin ada yang penasaran ama sosok kuntilanak yang gue ceritakan ini. xP

Sisi Lain Cadas Pangeran

Let me tell this story...
Awalnya ingin share tentang 'HORMIS' tapi mulai tertarik buat mengungkap sejarahnya dulu...

CADAS PANGERAN

Cadas pangeran terletak di daerah Kabupaten Sumedang. Jalan panjang, berkelok-kelok, dan disampingnya terdapat jurang.


Sejarah

Once upon a time, saat penjajahan Belanda sedang bergolak di bumi pertiwi kita ini, ada seorang kebangsaan Belanda yang saat itu memegang jabatan Gubernur Jendral Hindia Belanda bernama Herman Willem Daendels. Dia adalah orang yang memprakarsai dibuatnya jalan cadas pangeran yang saat itu bertujuan untuk menghubungkan antara Sumedang-Cirebon.

Daendels memperkerjakan masyarakat pribumi, yaitu masyarakat sumedang untuk membuat jalan tersebut. Jalan yang dibuat di suatu hutan yang terjal yang terhampar diatas batuan keras yang dikenal sebagai batu cadas. Bisa dibayangkan dengan teknologi yang "available" pada zaman tersebut, membuat jalan diatas batu cadas bukan perkara yang mudah. Membaca dari sebuah literatur, disana disebutkan betapa menderitanya masyarakat pribumi kita yang harus bekerja rodi di bawah titah Belanda. Disana disebutkan bahwa masyarakat kita menggunakan baju dari bahan sejenis ban mobil, yang ketika panas terik bahan tersebut dapat melukai kulit, lebih tepatnya kulit dapat melepuh bahkan menempel pada karet ban. Dan pada saat itu masyarakat Sumedang tak sedikit yang terkena peyakit malaria hingga dijemput ajalnya. Dapat diperkirakan ribuan masyarakat Sumedang yang meninggal selama pembuatan jalan tersebut.

Hingga akhirnya kejadian menyedihkan itu terdengar oleh bupati Sumedang bernama Pangeran Kusumahdinata yang dikenal dengan sebutan Pangeran Kornel. Saat Daendels datang untuk memantau pembuatan jalan, tiba-tiba datanglah Pangeran Kornel dengan gagah beraninya. Daendels merasa senang awalnya karena dia mengira telah disambut hangat oleh penguasa setempat. Mungkin yang pernah lewat jalan cadas pangeran pernah liat patung antara Daendels dan Pangeran Kornel yang sedang berjabat tangan. Yakin lagi berjabat tangan? Liat lagi deh dengan seksama. Itu sebenarnya menggabarkan saat Daendels pertama kali bertemu dengan Pangeran Kornel, dia hendak menjabat tangan Pangeran Kornel, tapi sang pangeran malah membalas jabatan tangan menggunakan tangan kiri dengan tangan kanan menghunus keris.


Didepan Pangeran Kornel Daendels sempat berjanji untuk menjadikan masyarakat Sumedang hanya membantu saja dan pembuatan jalan diteruskan oleh pasukan Belanda. Namun itu hanya omong kosong belaka. Daendels kembali dengan membawa pasukannya untuk menyerang Pangeran Kornel beserta pengikutnya. Hingga akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya di peperangan, beliau terkena tembakan pasukan Belanda.
Karena keberanian beliau, maka jalan yang dibuat oleh Daendels tersebut dinamakan Jalan Cadas Pangeran.

Horror-Mistis

Selalu ada cerita dibalik sejarah!
Maksudnya?
Gue percaya adanya makhluk astral dengan berbagai cerita yang mereka pegang dalam keabadiannya.

Cerita ini berawal dari kisah yang dialami oleh adik gue sendiri sewaktu melewati cadas pangeran. Sebelumnya gue kasih info dulu, jalan cadas pangeran itu ada dua jalur, jalur atas dan bawah. Jalur atas, jalannya agak gelap, sepi, dikelilingi pepohonan, konon sering dipake buat ajang prostitusi. Sedangkan jalur bawah adalah jalan yang sering dilewati banyak kendaraan, lebih terang, tapi bukan berarti jalur ini bebas dari kisah mistis.

Ok, kembali ke kisah yang dialami adik gue. Waktu itu, adik gue baru balik karya wisata dan bis yang dia tumpangi saat itu melewati jalan cadas pangeran arah dari sumedang menuju bandung. Saat itu adalah tengah malam, teman-temannya sudah terlelap tidur begitu juga dengan adik gue. Dia bercerita kalo dari semua kursi, hanya dia yang kedapatan kursi tanpa gorden menutupi kaca. Awalnya adik gue tertidur dengan menutupi mukanya menggunakan jaket, tapi tiba-tiba jaketnya turun dan membuat dia terbangun. Dan diantara sadar dan tidak karena baru terbangun dari tidur, dia melihat ke arah jendela bis. Saat itu samar dia melihat sesosok lelaki berbaju putih, tinggi banget abormal (hampir setinggi pohon), tergantung di atas pohon dengan lidah menjulur panjang keluar. Awalnya adik gue nggak percaya dengan apa yang dia lihat, maka dia terus memelototi sosok tersebut sambil bis terus melaju. Ternyatan sosok itu masih ada, bahkan dia terus melihat ke arah adik gue. Widiiiiiiih... serem, untung gue nggak pernah ngalemin kejadian begituan. Amit-amit deh.

Itu baru sebagian kecil kisah mistis yang ada di jalan cadas pangeran. Ada nih cerita mistis yang terkenal banget di daerah tersebut. Sosok perempuan cantik kerap kali sering dilihat oleh pengguna jalan yang melintas di daerah itu. Kadang-kadang sosok wanita itu meminta tumpangan sebelum kendaraan memasuki jalan cadas pangeran, dan tiba-tiba mobil yang dia tumpangi itu melaju ke arah jalur atas cadas pangeran.

Selain itu ada cerita lain nih yang masih di perankan oleh si hantu cantik. Sosok hantu cantik itu sering kali berinteraksi dengan para pengendara terutama pria-pria agak usil, xoxoxo. Kalo ga salah ceritanya gini. Si hantu cantik membuat si pengendara terpesona dengan kecantikannya, hingga si pengendara nge-video-in ntuh cewek. Dan melihat si pengendara merekam video ke arahnya, si hantu cantik berkata "jangan video-in saya". Sesaat setelah itu, sang pengendara pun mengalami kecelakaan hingga tewas. Video yang sempat direkam oleh pengendara tersebut menjadi saksi bisu yang mungkin tersebar di Youtube, tapi gue nggak berani liat, ngeri bray :p.

Saran nih, kalo mau ngelewatin jalan cadas pangeran, hindari perjalanan malam hari dan jangn berani-berani lewatin jalan itu sendirian. jeng jeng jreeeeeng!

See You :)

Ada Apa Dengan POCONG

Hy guys!!! Akhirnya, gue dapet kesempatan juga buat nulis lagi tentang sesuatu yang berbau mistis., setelah beberapa pekan vakum. Mungkin dari judul aja udah ketauan seputar apa yang bakal gue paparin pada kesempatan ini. Yupp!!! Pocong. Mungkin orang udah ga aneh lagi denger nama yang familiar ini. Makhluk halus yang identik dengan jubah putih dengan kaki dan kepala yang terikat, seperti lemper gitu kan ya. Hahaha... pocong diyakini hadir dengan visualisasi seperti itu dikarenakan ketika pemakaman orang-orang lupa untuk membuka tali pocongnya, sehingga dia gentayangan menakut-nakuti agar ada seseorang yang mau membukakan tali pocong. Benarkah itu? Wallahualam ya brother, sister...

Pake gambar si Ocong aja ya biar ga serem
Silahkan kunjingi webtoon dan IG-nya. :D

Pada awal tahun 2011 pun cerita tentang penampakan pocong cukup santer di pertontonkan oleh berbagai media. Entah itu editan, entah memang bener itu pocong pengen eksis didepan kamera, lagi-lagi jawabannya wallahualam. Tapi menurut pandangan gue yang penakut, di dunia ini ga ada yang namanya hantu. Makhluk halus yang gue tahu antara lain setan, iblis. Dan yang namanya jin emang paling seneng menyerupai manusia, tapi itu juga lagi jail, dan butuh energi ekstra untuk mereka bisa nampakin wujudnya. Jadi apabila manusia berani dan ngerasa ga mesti takut ama yang namanya hantu, kaum jin akan segan untuk menampakan wujudnya.

Ada banyak versi mengenai pocong. Ada yang bilang pocong bergerak dengan cara lompat-lompat ala vampir cina, ada juga yang bilang dengan terbang melayang di langit, ada juga yang bilang bergerak seperti ulat. Pernah nonton film scary movie indonesia, dimana ada segmen yang memperlihatkan cara gerak pocong seperti ulat. Sepintas itu seperti hal yang lucu, kocak tiada duanya. Tapi ternyata menurut seorang ahli supranatural, yang sekaligus salah seorang guru di suatu lembaga bimbingan belajar mengatakan bahwa hal itu benar adanya. Pocong tidak bergerak dengan lompat-lompat melainkan bergerak ala ulat yang sering kita lihat. Jadi sebenernya visualisasi pocong berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cara lompat-lompat itu agak mengada-ngada. Dan sekali lagi gue cuma bisa bilang wallahualam...

Kemarin, hari kamis, gue dengerin nightmare side di Ardan fm, salah satu acara yang gue nanti-nantikan setiap kamisnya, dimana diceritakan banyak cerita mistis di sekitar kota bandung. Ada beberapa cerita yang familiar di telinga gue. Seperti kepala buntung cikapundung, yang gue sendiri pernah ngeliat itu. Sekarang cerita gue nggak ada hubungannya dengan cerita nightmare, tapi setidaknya itu mengilhami gue buat share cerita mistis di blog. Gue teringat begitu banyak cerita dari teman, kerabat, saudara gue tentang pocong. Namun ada satu cerita yang datangnya dari saudara jauh gue yang bekerja di suatu pusat perbelanjaan di Bandung. Gue sebutin aja kali ya nama tempatnya. PVJ, Paris Van Java. Ada yang nggak tau tempat ini? Googling gih, gue sering liat banyak mobil ber plat nomer selain D. Malem minggu pasti parkirannya penuh, cukup terkenal di luar kota bandung. Ada apa dengan PVJ? Check it out!!!

Saudara gue itu emang nggak pernah liat secara langsung makhluk yang bernama pocong, bahkan dia bilang amit-amit deh kalo ampe bisa liat, tapi temen kerjanya pernah liat langsung dengan jelas bagaimana pocong menampakan wujudnya. Tidak hanya pada malam hari, tapi pada siang hari pun sosok pocong sering menampakan wujudnya, terlebih lagi kalo fisik lagi lemah dan intensitas melamun yang sering. Makanya buat yang sering maen ke PVJ jangan pake acara ngelamun yeeee. Sebut saja temen dari saudara gue itu namanya Lani. Nah si Lani ini lagi duduk di kursi kasir. Karena lagi nggak ada pelanggan, malah bengong, dan ketika ngeliat ke arah luar toko, tepatnya di stand kue yang berada di depan toko nya banget, dia terkagetkan dengan satu sosok berbalutkan kain putih. Ternyata ada sosok pocong sedang berdiri tepat dipinggir stand kue tersebut. Ternyata sosok pocong nggak cuma sering muncul disitu, tapi seting juga yang liat tuh pocong di eskalator, dan spot-spot lain yang tampak sepi. Agak serem ya ternyata tempat yang dulunya itu merupakan kompleks ABRI. Nggak aneh juga kalo sering ada penampakan pocong, atau pun yang ampe kerasukan di sana, perhatiin deh kalo pertama masuk aja udah remang-remang, kalo bukan karena lampu dari toko-toko yang terang benderang, kayanya bakal tambah angker kali ya. Ada petuah nih dari gue, yang sering maen ke PVJ, hindari pergi ke toilet dan parkiran sendiri... OK!

'Scary Spots' di Rumah Si Mpril

Akhirnya ada ide juga buat ngeposting sesuatu berlabel hormis. Hormis kali ini, gue nggak pake nama samaran lagi, ini cerita asli gue yang alemin di rumah gue sendiri. Sebelumnya, gue mau minta ijin dulu sama yang 'nungguin' rumah gue ini, maksud gue cerita disini hanya untuk mengiyakan keberadaan mereka.


Hampir 3 tahun gue dan keluarga menempati rumah ini, rumah yang dibeli dari adiknya nenek gue. Disamping kiri gue ada rumah yang udah nggak berpenghuni dan ditumbuhi banyak ilalang, pokoknya nggak keurus banget, sedangkan di samping kanan rumah gue adalah rumah neneknya nyokap gue.

Pertama kali tinggal di rumah ini, emang udah banyak banget desas-desus adanya hal mistis yang sering dialemin sama pemilik rumah ini sebelum ditempatin sama gue. Tapi gue menganggap itu adalah hal yang wajar, selama mereka nggak ganggu kenyaman gue dan keluarga gue, Nope. O iya, setelah 3 tahun gue tinggal di rumah ini, gue berkesimpulan bahwa hanya ada satu spot di rumah ini yang nyaman (red: nggak serem), yaitu kamar gue sekarang, tempat dimana gue selalu mencurahkan segala ide dalam bentuk kata-kata di blog kesayangan gue ini.

Tempat pertama yang gue anggap nyeremin di rumah gue adalah tempat jemuran, yang letaknya ada di lantai paling atas beratapkan fiber. Tepat di samping kiri tempat jemuran, gue bisa liat langsung isi rumah kosong di samping rumah gue yang udah nggak keurus itu. Awalnya sih ditutup terpal, tapi lama-kelamaan terpalnya lapuk, entakhdigerogotin tikus, rayap, atau karena cuaca, sehingga gue bisa liat ke bagian dalam rumah tersebut. Itu satu-satu nya alasan kenapa gue nggak pernah mau ke tempat jemuran di malam hari, bahkan siang hari pun udah kerasa serem. Suatu hari adik gue pernah jemur pakaian di atas. Dia memang orang yang paling sering disuruh buat jemur pakaian, tapi nggak pernah ngeluh apa-apa tentang hal-hal mistis. Hingga suatu hari, nyokap gue mendapatkan dia berlari tergesa-gesa melewati tangga, seperti yang dikejar-kejar sesuatu. Nyokap gue langsung nanya sama adik gue, kenapa dia seperti yang ketakutan sehabis menjemur pakaian. Kemudian adik gue jawab, kalo pas dia beres ngejemur, seperti ada tangan yang menarik pinggulnya ke belakang. Wuiiiidiiiih #ngeri. Tapi alhamdulillah-nya gue nggak pernah ngalemin hal-hal mistis di tempat jemuran seperti yang adik gue alemin.

Tempat kedua yang nyeremin adalah titik yang mempertemukan pintu dapur, ruang makan, dan kamar tamu. Suatu hari gue sedang melaksanakan sholat maghrib di kamar tamu dengan pintu kamar yang dibiarkan terbuka. Kebetulan arah kiblat kalo gue sholat di kamar tamu tepat berhadapan dengan titik yang menghubungkan antara kamar tamu, pintu dapur dan ruang makan. Saat rakaat kedua dalam posisi gue berdiri dari sujud, ada sekelebat bayangan hitam, seperti anak kecil melintas dari arah pintu dapur ke arah ruang keluarga yang otomatis dia melintas di depan pintu kamar tamu. Setengah kaget gue saat itu, gue cuma bisa meyakinkan diri bahwa itu hanya ilusinasi gue. O iya saat itu pintu dapur dalam keadaan tertutup, kalo pun itu beneran manusia, nggak mungkin kan ampe nembus pintu... Hiiiiiiiii #ngeri.

Tempat ketiga yang gue anggap serem adalah kamar orang tua gue. Jadi ceritanya gini, waktu itu gue lagi sendirian di rumah, nggak ada yang gue kerjain selain OL, mantengin laptop seharian sambil dengerin musik. Pintu kamar orang tua gue terlihat setengah terbuka, sepertinya bokap gue lupa nutupin pintunya sebelum dia berangkat kerja. Kamar orang tua gue tepat berada di sebrang kamar gue, jadi gampang buat gue liat pintu kamar orang tua gue dari pintu kamar gue. Saat gue sedang asik-asiknya OL, tiba-tiba terdengar suara decitan pintu yang sedang bergerak, suara khas decitan pintu kamar bokap gue. Gue kaget, tanpa fikir panjang gue langsung menutup pintu kamar orang tua gue itu rapat yang sebelumnya didapatkan terbuka lebih lebar dari sebelumnya. Awalnya gue fikir itu angin, tapi pintu kamar orang tua gue terlalu berat untuk digerakkan angin, lagipula semua pintu yang di duga sebagai sumber angin semuanya tertutup, kalo pun mau gerak sendiri karena angin, harusnya pintu dapur yang otomatis bisa gerak sendiri. Pintu dapur di rumah gue adalah satu-satunya pintu paling ringan dan letaknya dekat dengan sumber angin, yaitu angin yang berasal dari pintu ke tempat jemuran yang seringnya dibiarkan terbuka.

O iya ada satu lagi nih fenomena ajaib yang sering terjadi di rumah gue. Entah karena gue bolor atau mata gue lagi siwer waktu itu, yang pasti gue sering ngerasa ada yang nyembunyiin barang yang sedang gue cari dari pandangan gue. Misalnya waktu itu gue nyari-nyari sisir yang jelas-jelas gede banget, nggak usah di cari juga pasti keliatan itu sisir di meja rias, tapi waktu itu gue bener-bener nggak nemuin sisir berwarna biru gue itu di meja rias, ampe gue ubek-ubek juga nggak ketemu-ketemu. Sambil setengah kesal, gue cari sisir di setiap kamar, kali aja ada yang minjem lupa ngembaliin, tapi tetep nggak ketemu. Pas gue balik ke kamar gue, busyet dah dengan jelas gue bisa liat sisir biru gue di meja rias. Sialan, tadi gue ampe ngubek-ngubek nggak ketemu, dan akhirnya gue nemuin itu sisir di tempat yang nggak perlu pake tenaga buat nyari, orang udah di depan mata. Sumpah jail banget!!! But. Nope. Mungkin buat mereka itu adalah sebuah hiburan. #ngeri

4 Tempat Terserem di Bandung Versi Si Mpril

Hari minggu kali ini, gue mau ngebahas tentang tempat-tempat yang terkenal dengan keangkerannya di kota Bandung. Disini gue ngga bermaksud buat ngajarin sesuatu yang 'maya' yang dianggap sebagai pembohongan publik. Apa yang mau gue bahas sekarang ini hanya tempat-tempat yang gue yakini kebenaran ceritanya.
Yakin lu Pril berani googling-nya???

Yakin lah... masih pagi kali Mo, lagian yang gue cari di mesin pencari bukan 'memedi', tapi tempat yang diyakini banyak 'memedi' nya... Hahahaha... O iya, tapi nggak bakalan semua tempat gue sebutin, hanya beberapa yang menurut gue serem. Hihihihi

Tempat serem pertama, tapi bukan berarti paling serem dari beberapa tempat yang selanjutnya mau gue sebutin, adalah ambulan yang terletak di jalan bahureksa. Konon ambulan ini akan kembali lagi ke tempat semula ketika dipindahkan, seolah rumah yang bisa diliat dari gambar dibawah ini adalah 'majikan' nya.



Banyak versi yang menceritakan asal usul ambulan bahureksa ini sehingga kini bisa dianggap menjadi objek menyeramkan di kota Bandung. Ada yang bilang dulu di rumah tersebut ada salah satu keluarga yang meninggal karena kecelakaan dan diangkut oleh ambulan tersebut. Di perjalanan ambulan tersebut beserta jenazah, supir dan keluarga yang mengantarkannya mengalami kecelakaan yang menewaskan seluruh penumpangnya. Hingga saat ini ngga ada yang berani mindahin ataupun menggunakan mobil ambulan tersebut untuk kepentingan apa pun, karena denger-denger nih, siapa pun orang yang menggunakan mobil ambulan ini bakalan mati. Dulu, rumah yang terletak di Jl. Bahureksa tersebut sempat dijadikan tempat kos-kosan dengan harga yang sangat murah, tapi ngga ada yang mau tinggal disana. Secara gitu satu kosan sama ambulan usang dengan cerita mistis di balik keberadaan ambulan tersebut.

Tempat selanjutnya adalah Patung Pastur di taman Maluku, Bandung. Dulu taman ini sering dijadikan tempat in da hoy-nya orang-orang belanda, karena tempatnya yang asri dan romantis. Berbeda dengan sekarang yang sudah tidak terurus, yang pasti ga seromantis dulu, bahkan orang banyak menyebut tempat ini adalah salah satu tempat angker di Bandung.


Ada yang bilang atau pernah liat, buku yang sedang dipegang oleh pastur tersebut seperti terkibas angin (lembaran kertasnya seperti terkibas oleh angin). Ada juga yang bilang kalau arah pastur tersebut menghadap sering kali terlihat berubah, contoh: pertama pastur tersebut menghadap ke timur sesaat kemudian patung pastur tersebut jadi menghadap ke barat. Dan yang terakhir ada yang pernah liat kalau bola mata patung pastur tersebut bergerak dan menatap tajam ke arah orang yang melihat ke arahnya. Pokoknya ini patung serem mampus, terutama di malam hari.

Tempat ketiga di Bandung yang terkenal serem adalah Jl. Babakan Siliwangi yang terkenal dengan hantu bonekanya.


Konon dahulu kala ada mobil sedan dengan penumpang sepasang suami istri dan seorang anak perempuannya melewati jalan babakan siliwangi. Namun naas nya mobil sedan tersebut mengalami kecelakaan yang sangat parah yang menewaskan penumpangnya. Sang anak perempuan yang saat itu sedang memeluk boneka kesayangannya terlempar keluar mobil hingga menembus kaca mobil, saking kerasnya benturan yang dialami mobil sedan tersebut. Kata orang yang punya indera keenam, anak perempuan tersebut sering terlihat duduk diatas pohon di jalan babakan siliwangi sambil memeluk bonekanya dengan berlumuran darah. Cerita tentang hantu boneka jalan babakan siliwangi ini pernah di ulas dalam acara Percaya Nggak Percaya, dulu. Disana dibahas, ternyata ga cuma hantu boneka aja yang ada disitu, tapi banyak makhluk astral lainnya yang menjalani 'kehidupan' seperti kehidupan manusia, tepatnya seperti makhluk sosial gitu. Dan bila malam hari tiba dan kita hanya sendirian atau hanya berdua misalnya, maka kita itu seperti sebutir pasir bila dibandingankan dengan makhluk-makhluk astral yang ada di jalan babakan siliwangi tersebut. Bisa di bayangin kan segimana padetnya itu tempat sama makhluk-makhluk astral itu.
Pasti bonekanya serem banget ya Pril ...

Banget, Mo... mirip Lu, wkwkwkwk

Ok, langsung aja ke chart selanjutnya... Hohoho... sekaligus tempat terakhir yang gue anggep serem bangetzzz sodarah-sodarah ... Dimanakan tempat tersebut... Jeng... Jeng... Jeng... Jreng... Bank Indonesia, Banduuuuuung...  yang merupakan salah satu dari banyak bangunan tua di Bandung. Arsitektur bangunnya hampir sama dengan bangunan-bangunan di jalan Braga yang nuansa Belandanya kentel banget.


Sebenernya sih yang serem itu bukan cuma bank Indonesia nya aja, tapi balai kota yang tepat berada di depannya pun menyimpan banyak misteri. Tapi karena denger-denger nih penampakan yang muncul di balai kota bandung itu asalnya dari bank Indonesia, makanya gue ambil bank Indonesia sebagai tempat seremnya,Hohoho. Sering kali orang-orang yang berkendara melewati jalan atau pertigaan antara bank Indonesia dengan balai kota tersebut pada jam 00.00 keatas banyak mengalami kejadian mistis. Seperti penampakan hantu wanita sejenis kunti yang melintasi jalan dengan cepat hingga mengganggu pengendara. Penampakan kuntilanak merah di bank Indonesia yang kerap kali terlihat menembus dinding pembatas atau pagar pembatas. Dan yang paling fenomenal adalah cerita tentang 3 noni belanda yang terlihat keluar dari bank indonesia menuju balai kota. Tiga noni belanda ini berparas cantik dengan penampilan modis ala tahun penjajahan dulu. Ketiganya berpindah tempat dengan cara terbang, melompati satu tempat ke tempat lain. Kata orang yang punya kemampuan indera keenam sih, salah satu dari ketiga noni belanda tersebut bercerita tentang suatu penghianatan, dimana dahulu kala wanita belanda tersebut jatuh cinta kepada pria asli Indonesia. Buat lu-lu pada yang misalnya abis dugem lewatin jalan ini mendingan hati-hati deh, 'penghuni' nya jail-jail cuy... 

Duplicate, Who are you?

-->

Kenalkan, namaku Ratih. Aku tinggal di seputaran Cibiru bersama nenek dan beberapa sanak saudaraku. Rumah nenek ku ini tepat berada di samping makam keluarga, tapi bukan keluargaku melainkan keluarga tetanggaku. Biar ku jelaskan terlebih dahulu gambaran mengenai rumah nenekku ini. Rumah yang lebih mirip kost-kostan, terdapat sekitar 10 kamar ( 5 kamar berderet sejajar dan 5 sisanya berderet di seberangnya). Lima kamar yang satu dengan lima kamar yang lainnya di pisahkan oleh kebun. Sederhananya, bayangkan rumah nenekku ini seperti letter U.
Kamarku ada diantara kamar kakak sepupuku dan kamar uwaku. Malam itu sekitar pukul sepeuluh malam, kamarku penuh dengan bungkusan-bungkusan dengan berbagai ukuran yang berisi bermacam-macam hadiah. Saat itu, mesjid di daerah tempat tinggalku sedang mengadakan acara lomba dalam rangka memperingati maulid nabi, dan kebetulan kakak sepupu ku lah yang menjadi panitianya. Karena kamar kakak ku relatif lebih sesak dibandingkan kamarku, maka kamarku lah yang dijadikan tempat membungkus sekaligus menyimpan hadiah-hadiah untuk pemenang lomba.
Aku yakin sekali kalau yang tadi lewat itu adalah nenekku, karena baju yang ia kenakan persis sekali dengan baju yang sering dipakai nenekku, hijau telur asin dengan motif bunga

Saat itu di kamarku ada kak Vera, Kak Cindy (teman kak Vera), dan tentu saja aku. Pintu kamar sengaja ku biarkan terbuka karea malam itu udara terasa cukup panas. Walaupun aku bukan bagian dari panitia, tapi aku ikut membantu kak Vera untuk membungkuskan hadiah-hadiah yang telah di persiapkan. Posisi aku saat itu membelakangi pintu, sedangkan kak Vera dan kak Cindy berada di atas kasur dan menghadap kearah pintu. Kak Cindy dan kak Vera nampak asik ngobrol tentang hal yang aku tidak mengerti, sehingga membuatku bosan menjadi kambing congek saat itu. Dengan alas an ingin menghirup udara segar, aku membalikan sebagian tubuhku yang tengah duduk kearah pintu sambil menghela nafas. Berbarengan dengan itu aku bisa melihat ada seseorang melintas dihadapan kamarku kearah kamar uwa yang tepat berada di samping kamarku. Aku yakin sekali kalau yang tadi lewat itu adalah nenekku, karena baju yang ia kenakan persis sekali dengan baju yang sering dipakai nenekku, hijau telur asin dengan motif bunga. Namun aku merasa ada yang janggal, biasanya nenek selalu menyapaku jika tengah melewati kamarku, apalagi kamarku saat itu terbuka lebar. Selain itu, karena nenekku sudah cukup tua, maka langkah kaki nya pun sudah melemah, bahkan bila dia berjalan dengan sandal jepitnya itu akan terdengar suara gesekan antara sandal dengan lantai. Sedangkan yang tadi aku lihat, dia berjalan dengan cepat, tidak terdengar gesekan sandal. Untuk memastikan aku melihat keluar, kearah sosok tadi berjalan. Sontak aku kaget menlihat kamar uwa gelap, aku baru ingat kalau uwa sedang ke ciamis, dan berniat untuk menginap beberapa hari disana. Kemudian aku melihat kea rah kamar nenekku yang berada di dekat kamar kak Vera. Kamar nenekku tertutup, biasanya itu pertanda bahwa nenekku sudah tidur, karena jika dia belum tertidur, pintu kamar pasti dia biarkan terbuka. Keringat dingin mulai mengucur di wajahku. Melihat aku yang tiba-tiba tegang, kak Vera dan kak Cindy bertanya apa yang terjadi sehingga aku nampak begitu ketakutan. Tapi aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku bingung harus memulai cerita dari mana. Kak Vera hanya menyuruhku istirahat, dia fikir aku kelelahan karena sudah sekitar 2 jam membantu membungkuskan hadiah-hadiah pemenang lomba. Pertanyaannya, siapa tadi yang lewat di depan kamarku dengan menggunakan baju nenek.

Cerita Sita Kecil




Ruang Gelap
Saat itu Sita berumur 5 tahun. Pada waktu itu, Sita masih tidur bersama kedua orang tuanya, dengan alasan takut bila tidur ditinggal sendiri meskipun lampu dinyalakan. Maka Sita pun tidur bersama kedua orang tuanya dengan lampu kamar yang dimatikan. Awalnya Sita tidak merasakan hal-hal aneh di kamar tersebut, tapi lama kelamaan saat Sita terjaga secara tiba-tiba, dia dikagetkan dengan sesuatu benda hitam yang bergerak-gerak di atas lemari. Sita pun terbangun dan mendapatkan kakinya seperti digerayami beberapa ulat bulu. Sontak dia menangis hingga membangunkan kedua orang tuanya. Ibunya Sinta bertanya, apa yang membuatnya tiba-tiba menangis. Kemudian Sita menjawab bahwa ada ulat bulu di kakinya. Tanpa menyalakan lampu terlebih dahulu, Ibunya Sita berusaha mengusir ulat bulu yang di maksud Sita dengan bantal. Namun tangisan Sita malah semakin menjadi, karena setelah bantal itu menyentuh kaki nya, Sita melihat ulat bulu yang menempel di kaki nya semakin banyak. Ayah Sita pun langsung menyalakan lampu kamar, dan teryata tak ada apa-apa di kaki Sita. Melihat itu, Sita pun kebingungan, karena dia yakin sekali ada ulat bulu yang bayak sekali di kakinya. Meskipun tadi kamar gelap, tapi masih ada sedikit cahaya dari luar, sehingga Sita bisa sedikit melihat apa saja yang ada di sekitarnya.

Kepala
Cerita kali ini pun dialami Sita saat dia masih berumur 5 tahun. Sore itu sita berada di teras rumahnya di lantai dua. Dari situ dia bisa melihat sungai cikapundung dan pemukiman di daerah Cisitu Lama (Dago). Adzan maghrib berkumandang, Sita masih berdiri di teras rumahnya sambil bernyanyi-nyanyi. Dasar anak kecil, ada-ada saja tingkah polahnya. Selang beberapa detik dari waktu adza maghrib, tiba-tiba Sita berlari ke kamar orang tuanya sambil berteriak, “mamaaaah… ada setan… ih takuuuut ada setaaaan.” Mendengar teriakan Sita, kedua orangnya pun bertanya balik, “Lihat apa Sita, coba gambarin apa yang barusan kamu lihat.” Dari umur 5 tahun, bakat Sita menggambar memang sudah terlihat, ayahnya yang sedang sholat pun pernah dia gambar, meskipun tidak terlalu mirip. Sita pun menggambarkan apa yang dia lihat tadi di teras. Betapa kaget nya kedua orang tua Sita melihat hasil gambarnya. Sita menggambarkan kepala manusia, bertaring, dengan rambut yang seperti tersibak angin. Ternyata cerita tentang kepala buntung yang berasal dari sungai cikapundung itu pernah diceritakan di acara nightmare side Ardan.

Burung Cadas
Saat itu Sita sudah menginjak bangku SD. Suatu petang, Sita bersama adik dan ayahnya pergi ke sebuah plaza yang tidak jauh dari rumahnya. Bisa dengan berjalan kaki untuk sampai di plaza tersebut, hanya saja kita harus melewati pinggiran dari pemakaman umum Cadas Manggul (Jl. Bukit Jarian, Ciumbuleuit). Jalan yang Sita lewati saat itu berada di antara pemakaman umum Cadas Manggul dan aliran sungai cikapundung. Sekitar setengah perjalanan kita akan menemukan batu Cadas setinggi kurang lebih 1,5 meter. Batu cadas tersebut terkenal angker, dan Sita tahu betul hal mistis apa saja yang pernah terjadi disekitar batu cadas tersebut dari teman-temannya, dari mulai cerita manusia berekor tikur yang berjalan mundur, wanita berbaju putih, hingga kepala buntung. Sekitar 4 meter dari letak batu cadas hingga posisi Sita berdiri, tiba-tiba dia mendengar suara burung gagak diiringi dengan munculnya sosok burung gagak besar tepat disamping batu cadas tersebut. Burung gagak tersebut besarnya persis setinggi batu cadas. Sita tampak ketakutan, dia hamper menangis sambil memegang erat ayahnya. Ayahnya pun kaget karena melihat Sita yang tiba-tiba berkata, “Ayah, itu apa disana… ayah itu apa!!!!” Tapi ayahnya mencoba untuk menenangkan Sita dan meyakinkannya bahwa apa yang dia lihat itu hanya ilusinasi. Benar saja saat didekati burung yang tadi dilihat Sita sudah tidak ada, dan mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan.

Hantu Di Depan Teras
Saat itu tepat seminggu kematian tetangganya Sita. Seorang nenek yang tinggal bersama suami dan kedua cucu nya. Sita baru menduduki bangku sekolah dasar. Pada malam itu Sita tidur bersama kakak perempuannya di kamar lantai satu, yang letaknya di pinggir ruang tamu. Ruang tamu ini yang menghubungkan kamar dengan teras rumah dan tepat didepan teras rumah Sita adalah rumah tetangga Sita yang baru meninggal itu (Sita bisa melihat keluar teras dari jendela kamar). Saat itu gorden di ruang tamu Sita sedang dicuci sehingga malam itu jendela besar (hampir seluas sisi tembok penuh) tidak ditutupi oleh sehelai benang pun. Malam itu Sita gelisah, tidak bisa tidur, sementara kakaknya sudah tertidur pulas di sampingnya. Sita pun melihat keluar jendela dari kamarnya sekilas. Dia sempat melihat ada sesosok manusia atau mungkin bukan berada di depan terasnya dan sedikit menggeser tirai bambu. Untuk meyakinkan apa yang telah dia lihat, Sita pun melihat ke luar lewat jendela kamarnya. Ternyata benar sosok itu masih ada. Satu sosok dengan kulit mengelupas dan daging yang seperti habis tercabik-cabik. Tirai bambu masih terlihat menggeser atau terbuka sebagian yang menandakan memang makhluk itu berdimensi. Sita sempat membangunkan kakaknya yang tertidur dan menyuruhnya melihat apa yang tengah dia lihat. Namun kakaknya tidak melihat apa-apa dan melanjutkan tidur. Tapi Sita masih bisa melihat bahwa makhluk itu masih berdiri di depan teras rumahnya yang ditutupi tirai bambu. 

Cerita diatas merupakan kisah nyata, karena aku sendiri yang mengalaminya. Sita adalah nama samaranku.