Pengalaman Menggunakan Fitur Google Adsense

Seiring dengan berkembang pesatnya teknologi informasi, setiap orang dimudahkan untuk menyebarkan berbagai informasi sehingga dapat dibaca oleh orang banyak. Dunia blog merupakan salah satu dari banyak produk sarana informasi. Setiap penulis blog berlomba-lomba untuk membuat konten yang menarik untuk dibaca sehingga semakin banyak pengunjung yang mendatangi blognya. Melihat fenomena ini, Google menawarkan satu produk pengiklanan, dimana setiap penulis blog dapat menempelkan kolom iklan di blognya. Produk yang dibuat Google tersebut adalah Google Adsense.


Adsense adalah program kerjasama periklanan melalui media internet yang diselenggarakan oleh Google. Pemilik situs web atau blog yang telah mendaftar dan disetujui keanggotaannya diperbolehkan memasang unit iklan yang bentuk dan materinya telah ditentukan oleh Google. Selain itu, pemilik situs web atau blog tersebut juga mendapatkan pemasukan berupa pembagian keuntungan dari Google untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung situs, yang dikenal sebagai sistem pay per click (ppc) atau bayar per klik.

 Istilah dalam Adsense 

Publisher. Orang atau pemilik situs web yang sudah terdaftar atau sudah disetujui oleh pihak periklanan untuk memasang iklan Adsense. Setiap publisher Google Adsense hanya diperbolehkan memiliki satu akun Google Adsense, namun memasang iklan Google Adsense di semua situs yang memenuhi persyaratan program Google Adsense diperbolehkan.

Ad Units. Iklan Adsense yang terdiri dari beberapa jenis dan ukuran. Jenis iklan yang paling umum digunakan adalah iklan text. Pada saat pengunjung mengklik unit iklan ini, maka (jika sah) pemasang iklan akan mendapatkan pemasukan sesuai dengan nilai CPC-nya.

Link Unit. Iklan Adsense dimana saat pengunjung mengklik iklan ini, maka ia akan diarahkan pada halaman hasil pencarian di search engine Google. Pada praktiknya, Link Units terbukti menghasilkan pemasukan lebih banyak dibandingkan Ad Units biasa.

Adsense for Content. Iklan Adsense yang dipasang di dalam suatu halaman, dimana iklan-ilan yang muncul berhubungan dengan isi halaman tersebut.

Alternate Ads. Iklan Alternatif, yaitu iklan yang akan muncul ketika iklan dari Ads Units tidak dapat tampil.

Channels. Label yang dapat diberikan pada Ad Units, Link Units, Adsense for Search, dan Referrals. Di halaman laporan Google Adsense. hasil laporan akan dikelompokan berdasarkan channels, sehingga penggunaan Channels akan sangat memudahkan publisher untuk menganalisis performa Adsense.

Page Impressions. Jumlah yang menunjukkan berapa kali halaman yang mengandung Ad Units dibuka oleh pengunjung.

Clicks. Jumlah klik pada Ad Units milik publisher.

CTR (Click Through Rate). Perbandingan dalam persen antara jumlah klik yang diterima suatu Ad Units dengan jumlah tampilan Ad Units tersebut.

CPC (Cost Per Click). Jumlah uang yang akan didapatkan oleh publisher apabila Ad Units tertentu diklik.

eCPM (Effective Cost Per Million). Hasil pembagian antara jumlah pendapatan publisher dengan jumlah impresi halaman (per 1000) yang didapatkan dari iklan-iklannya. Contoh: publisher yang menghasilkan USD 200 dari 50.000 impressi akan memiliki nilai CPM sebesar USD 4 (USD 200 dibagi 50).

 Cara Memasang Google Adsense dalam Blog 

Sebelum memasang Google Adsense pastikan anda memiliki akun blog aktif yang berisi konten-konten menarik. Saran saya, sebelum memasang Adsense sebaiknya perbaiki terlebih dahulu blog anda serapih dan semenarik mungkin. Berikut saya akan jelaskan cara memasang Google Adsense dalam Blog.

Pertama, Masuklah ke akun blogger anda kemudian klik Setting >> Language and Formatting > Pilih Language: English (United States) >> Save Settings.


Kedua, Refresh akun blogger anda dan klik tab $ Earning. Isi form-nya untuk mendaftarkan akun blogger anda ke Google Adsense.

Ketiga, tunggu hingga anda mendapatkan email persetujuan Google. Seperti pada gambar berikut.


Keempat. Masuklah ke akun Adsense anda. Pilih Ads, kemudian pilih Auto ads atau Ad units. Perbedaannya adalah pada Auto Ads, Google akan secara otomatis memasang iklan di titik-titik  tertentu dalam blog anda sedangkan Ad units anda secara manual memasang adsense di titik-titik tertentu yang anda inginkan. Saya sendiri menggunakan keduanya.

     Auto ads

  • Pilih Ads >> Pilih Auto Ads >> Klik "SETUP AUTO ADS" >> Klik "COPy CODE SNIPPET"


  • Masuklah ke akun blogger anda. Pilih Theme >> Edit HTML >> Letakkan kursor sembarang di dalam box HTML >> Tekan ctrl + F >> ketik Head
" di kolom pencarian dan enter.


  • Paste/Tempel code yang telah disalin tadi dibawah Head
  • Iklan akan muncul di beberapa titik dalam blog anda seperti di dalam tab halaman, diantara postingan, side bar, dll yang sifatnya responsif, yaitu ukuran iklan akan secara otomatis disesuaikan dengan kolom yang tersedia di dalam blog anda.
  • Anda juga dapat menentukan jenis ads seperti apa saja yang ingin anda tampilkan dalam blog di pada Global Setting, kemudian SAVE



     Ad Units

  • Pilih Ads >> Pilih Ad Units >> Klik Get Code >> blok Ad Code dan salin



atau


  • Pilih Ads >> Pilih Ad Units >> >> Klik New ad unit >> Pilih Text & display ads >> Isi kolom name, misal Iklan 1 >> Pilih ad size Responsive >> Klik Save & get code >> "COPY CODE SNIPPET"
  • Masuklah ke akun blogger anda >> Pilih Layout >> Add A Gadget >>  Pilih HTML/JavaScript >> tempelkan code yang telah disalin tadi ke kolom content >> Save


  • Anda dapat menggeser letak tab HTML/JavaScript yang telah diisi dengan Ad Code tersebut sesuai dengan keinginan anda, misal di side bar, bottom, atau diatas Header.

 Kendala Saat Pendaftaran Adsense 

Kendala yang paling banyak dialami oleh pengguna blog yang hendak mendaftarkan akunnya ke Google Adsense ada Penolakan, termasuk saya pribadi. Saya mendapatkan 2x penolakan saat mendaftar Google Adsense. Banyak pendaftar Google Adsense yang menerima email disapproval 1x 24 jam setelah pendaftaran. Tapi tenang anda hanya belum berhasil bukan berarti gagal total. Pada akun Adsense anda akan mendapatkan notifikasi untuk daftar ulang setelah melakukan perbaikan pada blog anda. Banyak literatur mengenai tips agar diterima Google Adsense, silahkan cari di mesin pencarian Google untuk tambahan referensi. Disini saya hanya akan menjelaskan bagaimana cara saya hingga pada akhirnya diterima oleh Google Adsense.

Pertama. Gunakan Template yang mendukung Google Adsense. Jika anda menggunakan template bawaan seperti saya, pilihlah template yang sederhana. Saya memilih template yang terdiri dari fitur seperti pada gambar dibawah ini.

Pilih tema yang memiliki pilihan Layout. Biasanya tema blog yang
memiliki pilihan Layout lebih mudah dalam pemasangan adsense melalui HTML
Kedua. Rapihkan Blog anda. Saya merapikan Label di setiap postingan saya dengan beberapa kategori dan meletakan navigasinya di side bar. Selain itu saya juga merapikan tata letak widget. Untuk tata letak dan widget yang saya gunakan dapat anda lihat sendiri di blog saya.

Ketiga. Buatlah postingan yang menarik dan informatif, serta rapih jangan sampai terlihat seperti copy + paste. Kalaupun ada artikel yang anda buat hasil dari copy + paste usahan tidak melebihi 30%.

Keempat. Perbanyak postingan pada saat tim Google Adsense me-review blog anda, yaitu 1x24 jam setelah anda mendaftar.

 Kendala Setelah Diterima Google Adsense 

Kali pertama saya mendapatkan email bahwa akun blog saya diterima Google Adsense, saya sangat bahagia, karena memang relatif tidak mudah bagi beberapa orang membuat pendaftarannya diterima. Kendala yang sering muncul adalah Iklan yang hanya berisi kolom kosong. Untuk lebih memastikan, silahkan cek status Ad Units pada akun Adsense anda. Jika statusnya masih New, maka iklan memang belum tayang. Status Active menandakan iklan sudah tayang di blog anda. Lalu apa yang saya lakukan? Saya mengunjungi berbagai situs yang menjelaskan kendala tidak munculnya Ad Units di blog. Dan kesimpulan yang bisa saya ambil sebagai berikut:
  • Saya hanya harus menunggu paling lama 1 minggu hingga akhirnya iklan muncul di blog saya setelah menempelkan Ad Code di blog saya. Karena itulah yang terjadi jika sebelumnya kita pernah mengalami penolakan saat mendaftar Adsense.
  • Selama menunggu jangan lupa menambahkan postingan yang menarik dan bermanfaat, setidaknya 1x dalam sehari.
  • And Voila, akhirnya blog saya dapat menayangkan iklan. Anda bisa melihatnya sendiri di halaman blog saya.

Untuk referensi tambahan mengenai Ad Units yang tidak kunjung tampil ini silahkan klik Link ini. Artikel ini sangat membantu.

Jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar atau melewati contact me.

Perfume - Kecantikan Yang Tak Terlihat

Perfume atau bangsa kita menyebutnya parfum atau minyak wangi melambangkan "kecantikan" yang hanya bisa kita rasakan tanpa bisa kita lihat. Saat ini perfume sudah tersebar di berbagai kalangan untuk kebutuhan hariannya. Aroma yang beragam seakan tidak pernah ada habisnya. Inilah yang membuat Perfume memunculkan rasa penasaran.


Parfum adalah campuran dari minyak essensial, senyawa aroma, fiksatif dan pelarut untuk menghasilkan suatu aroma. Komposisi dan jenis campuran yang digunakan menjadikan parfum terbagai menjadi beberapa kategori, yaitu ekstrak parfum, Eau de parfum, Eau de toilette atau Eau de Cologne.

 Sejarah Parfum 

Parfum sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Kata "parfum" berasal dari bahasa latin per fume yang memiliki arti "melalui asap". Parfum pertama kali ditemukan dalam bentuk pembakaran dupa dan herbal aromatik yang digunakan dalam ritual keagamaan. Mesir adalah tempat pertama dimana parfum pertama kali diterima, kemudian diikuti oleh Cina kuno, Hindu, Israel, Carthaginians, Arab, Yunani dan Romawi. Pengemasan parfum dalam botol berawal mula dari Mesir sekitar 1000 SM. Mesir menggunakan bahan baku kaca untuk membuat gelas dan botol parfum.

 Klasifikasi Parfum 

Minyak parfum baik itu dari bahan alami atau sintetis perlu diencerkan menggunakan pelarut, karena zat volatil yang terkandung didalamnya pada beberapa kasus dapat mengiritasi kulit atau terjadi reaksi alergi. Fungsi pelarut juga untuk menguapkan minyak essensial ke udara. Pelarut yang biasa digunakan untuk mengencerkan minyak parfum adalah ethanol atau campuran air - ethanol. Selain itu minyak parfum juga dapat diencerkan dengan cara menetralkan aroma lemak menggunakan jojoba, minyak kelapa terfraksinasi atau lilin. Berdasarkan persentase senyawa aromatik yang terkandung didalamnya, parfum diklasifikasikan sebagai berikut:

Ekstrak parfum. 20 - 40% 

Eau de Parfum (EDP). 10 - 30% 

Eu de Toilette (EDT). 5 - 20%, penggunaan di area nadi dapat membuat aroma parfum lebih tahan lama hingga 8 jam. 

Eu de Cologne (EDC). 2 - 5%, beraroma cukup kuat dan lebih tahan lama dibandingkan after Shave.

Eau de Solid (EDS). < 1%

After Shave. 1 - 3%, tidak beraroma kuat dan tahan lama.

Semakin tinggi persentase senyawa aromatik, maka intensitas dan aroma akan tahan lebih lama. Namun untuk Eu de Parfum (EDP) dan Eu de Toilette (EDT) memiliki range persentase senyawa aromatik yang overlap, maka tidak menutup kemungkinan satu parfum EDT lebih kuat aromanya dibandingkan parfum (EDP).

 Bahan Alami untuk Parfum 

Akar Wangi. Chrysopogon zizanioides. Tanaman sejenis rumput yang berasal dari India. Akar wangi yang sudah dikeringkan biasanya digunakan sebagai pengharum lemari pakaian. Minyak dari akar wangi dikenal dengan nama vetiver oil.

Cengkih. Syzygium aromaticum. Tanaman asli Indonesia ini umumnya digunakan sebagai bumbu masakan. Selain itu cengkih juga dijadikan sebagai pestisida alami dan campuran minyak wangi. Minyak wangi cengkih diperoleh dari bunga, gagang bunga dan daun, dimana dihasilkan tiga macam minyak dihasilkan dari ketiga bagian tersebut.

Kayu Manis. Cinnamomum verum. Minyak ini dikenal dengan nama cinnamon bark oil.

Daun Mint. Tanaman ini banyak digunakan sebagai pewangi pada makanan, minuman, pasta gigi, permen karet dan parfum.

Sereh. Cymbopogon nardus. Minyak sereh dikenal juga dengan nama java citronella oil. Minyak ini digunakan sebagai pewangi sabun, bahan kosmetik, dan parfum.

Kapulaga Sabrang. Elettaria cardamomum. Merupakan jenis rempah di masakan Asia dan juga digunakan sebagai obat tradisional. Minyak kapulaga ini dikenal dengan nama cardamom oil dan digunakan pula sebagai bahan baku minyak wangi yang dihasilkan dari penyulingan serbuk bijinya.

Benarkah Sabun Organik Homemade Bebas Bahan Kimia?


Sabun organik atau sabun homemade yang dibuat menggunakan bahan-bahan alami sudah tidak asing lagi di era global ini. Bahkan setiap orang mampu membuatnya sendiri di rumah dengan mudah karena berkembang pesatnya informasi di media sosial. Tapi, apakah sabun organik tersebut benar-benar terbebas dari bahan kimia? Sebelumnya saya akan menjelaskan secara singkat mengenai bagaimana sabun itu terbentuk terlebih dahulu.

Secara kimia, Sabun terbentuk dari reaksi saponifikasi. Saponifikasi adalah reaksi antara asam lemak trigliserida dan basa kuat menghasilkan produk berupa sabun dan gliserol. Basa kuat yang umumnya digunakan adalah NaOH atau caustic soda, yaitu bahan kimia yang masuk ke dalam kategori bahan kimia berbahaya. Caustic soda dapat mengiritasi kulit mata, pernafasan juga pencernaan. Sabun tidak benar-benar terbebas dari bahan kimia. Namun apa yang terjadi jika bahan kimia berbahaya tersebut direaksikan dengan asam lemak trigliserida seperti olive oil, coconut oil, palm oil, dll? 

Dalam pembuatan sabun dikenal istilah SAP atau Saponification Value, yaitu angka yang menunjukan berapa banyak basa yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan asam lemak secara sempurna. Setiap jenis asam lemak/oil yang digunakan untuk membuat sabun memiliki nilai SAP yang berbeda. Dengan mengalikan nilai SAP dengan berat asam lemak, maka dapat diketahui jumlah basa yang dibutuhkan.

Berat Basa (g) = SAP x Berat Asam Lemak (g)


Selain SAP, dalam dunia pembuatan sabun dikenal juga istilah Superfat Value (%). Superfat value adalah nilai yang menunjukkan jumlah asam lemak yang tidak bereaksi dengan basa kuat. Nilai superfat yang sering digunakan dalam pembuatan sabun homemade adalah 1 - 7 %, dan menurut penelitian nilai idealnya sekitar 5%. Jika ingin membuat sabun dengan Superfat Value sebesar 5% maka Berat Basa yang didapatkan dari perhitungan di atas harus dimasukan ke dalam rumus berikut:

Berat Basa dengan Superfat 5% (g) = Berat Basa (g) x (1 - 0,05)


Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa 95% asam lemak bereaksi sempurna dengan basa kuat, sehingga ada sisa sekitar 5% asam lemak yang tidak bereaksi dengan basa kuat. Dengan kata lain dapat dipastikan tidak ada kelebihan basa kuat yang tak bereaksi dalam sabun. Jika sampai terkandung kelebihan basa kuat yang tak bereaksi dengan asam lemak dalam sabun, maka dikhawatirkan kelebihan basa kuat tersebut akan mengiritasi kulit penggunanya.

Jadi, apakah sabun organik homemade itu masih lebih baik? Tentu saja iya. Karena dalam sabun organik homemade tidak terkandung SLS yang biasa digunakan dalam detergen untuk meningkatkan busa saat bereaksi dengan air. Dan sabun homemade ini lebih jelas akan manfaatnya karena terbuat dari bahan-bahan alami pilihan. Biasanya pembuat sabun homemade akan memilih bahan-bahan alami yang jelas kaya akan manfaat. Berikut beberapa contoh bahan alami yang sering digunakan dalam pembuatan sabun organik homemade dan manfaatnya.

Tea Tree Oil. Bermanfaat untuk menghilangkan jerawat, meredakan kulit gatal, dan menyembuhkan penyakit kulit lainnya.

Green Tea. Kandungan green tea dalam sabun memiliki manfaat mencegah jerawat, mencerahkan kulit, mencegah penuaan dini, dll.

Honey/Madu. Manfaat madu untuk kulit adalah sebagai antioksidan, mencegah penuaan dini, melembabkan kulit, dll.

Coffee/Kopi. Bermanfaat untuk mencerahkan kulit, menghilangkan komedo, menghilangkan noda hitam, mengencangkan kulit, mengangkat sel kulit mati, dll.

Avocado/Alpukat. Alpukat kaya akan vitamin yang berfungsi untuk mencegah penuaan dini, mencerahkan kulit, menghaluskan kulit, melembabkan kulit, mengangkat sel kulit mati, dll.

Dan masih banyak lagi bahan-bahan alami yang digunakan sebagai varian sabun organik homemade yang sangat bermanfaat bagi kulit.

Lalu apa perbedaan antara Sabun Homemade dengan Sabun yang dijual di pasaran yang membuatnya relatif lebih mahal?

Sabun homemade tidak menggunakan SLS untuk produksi busa, melainkan didapat secara alami dari formulasi bahan-bahan penyusunnya. Pemilihan bahan baku oil yang berbeda dapat memberikan angka yang berbeda pada setiap parameter sifat sabun. Ada beberapa parameter sifat sabun yang dipengaruhi oleh jenis dan jumlah oil yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun, yaitu:

Cleansing. Menunjukkan seberapa besar efek sabun dalam membersihkan kulit dari kotoran, lemak, dll, Cleansing terlalu tinggi juga tidak baik karena dapat merusak kelembaban alami kulit.

Bubbly. Menunjukkan banyaknya busa yang dapat dihasilkan sabun ketika digunakan. Semakin tinggi nilai Bubbly, maka semakin banyak busa yang dihasilkan.

Creamy. Menunjukkan seberapa lembut busa yang dihasilkan hingga terasa seperti "creamy". You know what I mean!

Hardness. Menunjukkan seberapa keras sabun yang dihasilkan. Jenis oil yang digunakan sebagai bahan baku sangat berpengaruh pada hardness dari produk sabun yang dihasilkan. 

Conditioning. Menunjukkan seberapa besar sifat melembabkan sabun pada kulit.

Fakta mengenai sabun yang dibuat secara homemade memang begitu menarik. Terutama dalam menentukan formula sabun untuk mendapatkan sifat sabun yang ideal adalah tantangan terbesar dalam pembuatan sabun.

Apa Passion Lo? (Based on True Story)

Happy "Kejepit" Day National!!!

Pada kesempatan ini gue mau berbagi pengalaman mengenai passion.

Ket: Gambar ini diambil dari hasil pencarian Google

Passion dalam kacamata gue adalah aktifitas yang kita lakukan sepenuh hati tanpa menimbang untung dan rugi dan tidak ada kata bosan untuk mengulangnya menjadi sebuah rutinitas.

Passion itu sesuatu yang datang dengan sendirinya atau sebenarnya bisa dibentuk sih?

Awalnya gue pikir Passion itu datang dengan sendirinya hanya dengan modal keterampilan yang kita punya dari lahir alias gift from God. Tapi ternyata Passion itu bisa dicari dan bisa dibentuk baik secara sadar atau tidak sadar. Maksudnya? Anggap saja gue termasuk ke dalam kaum pembentuk Passion secara tidak sadar.

Gue kasih contoh sesuai pengalaman gue.

Pertama, ini gue alami waktu SMA. Dulu gue sempat turut andil terbentuknya ekskul mading yang tentu saja tidak jauh dengan dunia jurnalistik. Gue merasa ide-ide kreatif gue tumpah meruah saat itu. Salah satu content yang paling gue suka saat itu adalah mengupas profil guru PKL dan biografi senior terpopuler, oh ya satu lagi di bidang kuliner team mading kita mengupas tuntas mengenai Cimol yang saat itu nge-Hits abis. Dan saat itu gue dipercaya untuk mewawancari orang-orang terkait. Dan saat itu gue punya gebrakan baru, wawancara tanpa persiapan list pertanyaan. Kok bisa? Entah kenapa dulu gue lebih seneng segala hal yang tidak mengikat, dan gue merasa segala sesuatu yang spontan itu lebih natural - tidak dibuat buat. Tapi bukan berarti gue tidak memikirkan topiknya. Saat itu gue nggak sadar, apa dan siapa yang menginfluence gue sampai sejatuh cinta itu dengan dunia jurnalistik. Dan ternyata setelah dipikir-pikir semua itu hasil dari hobby gue baca majalah dari jaman SMP. Gue sempat berlangganan beberapa majalah remaja saat itu seperti Kawanku, Aneka Yess, Gadis, dll. Dari sini gue mulai sadar kalau Passion bisa digali dari kebiasaan baik kita.

Kedua, gue hobby gambar dari kecil. Dari gambar pake crayon hingga akhirnya ke Design. Tapi gue belum punya wadah untuk menyalurkannya. Gue belum merasakan Passion gue di Design. Hingga pada akhirnya gue kolaborasikan hobby gue yang satu itu dengan kesenangan gue yang lain, yaitu jualan online. Gue seneng banget mengelola toko online apapun itu produknya. Gue menemukan beberapa marketplace yang bisa mewadahi kolaborasi akbar hobby gue. Haha... Ga cuma satu marketplace tapi banyak, dari dalam dan luar negeri. Marketplace apa Pril? Suatu marketplace dimana design yang kita buat dikonversi ke dalam bentuk lain seperti T-Shirt, Tumbler, Tas, dan masih banyak lagi. Gue berasa dapet jackpot banget nemu marketplace dengan konsep seperti itu. Gue bisa menyalurkan hobby sekaligus mendapatkan penghasilan dari hobby gue itu.

Ketiga, ini yang terakhir. Masih karena dari hobby baca majalah saat SMP. Gue seneng banget menulis. Blog dan Novel. Khusus untuk menulis Novel, gue masih terlalu rendah diri untuk share ke public. Sedangkan Blog adalah wadah buat gue untuk berbagi karya dalam tulisan. Ada beberapa content yang gue sukai diantaranya adalah horror, astrology, sejarah, mitology, kuliner, wisata dan segala sesuatu yang unik.

Ketiga hal diatas gue lakukan dengan hati. Tanpa paksaan, tanpa mengikat, bebas tanpa pamrih. Kasarnya, diliat doang ga dibayar juga gue udah seneng. Hahahaha...

Temukan Passion lo dari kebiasaan-kebiasaan kecil lo yang mungkin nggak pernah lo sadari itu bisa jadi fondasinya. Bisa dari hobby atau hanya sekedar terbiasa. Bumbui sedikit dengan effort, jangan pernah menyerah. Belum bisa dibilang Passion kalau masih nimbang antara keberhasilan dan kegagalan. Itu artinya belum dari hati.

Sekian cuapan dari gue di harpitnas ini, semoga bisa menginspirasi kalian.

Kalau suka dengan tulisannya atau ada masukan, jangan lupa tulis di kolom komentar dan klik tombol ikuti.

Thanks guys!

Perlengkapan Make Up Wajib Buat Pemula

Pada kesempatan kali ini gue mau share beberapa perlengkapan make up yang wajib dimiliki, minimal ke pesta pernikahan temen atau (maaf) mantan bisa make up-an sendiri. Dulu awal gue tertarik dengan dunia make up itu karena tuntutan hidup, dimana temen-temen gue satu per satu kirim undangan pernikahan. Anggap saja harga make up di salon paling murah itu 250,000 berarti misal setiap bulan dalam satu tahun ada acara pernikahan, ya tinggal kalikan saja 250,000 dengan 12. Yup! Jawabannya adalah mahal. Hehe...

Jadi, apa aja nih yang harus dibeli sama newbie buat bisa make up sendiri? Check it out!

1. Primer

Item ini diapakai di awal, sebelum semua dempulan make up menyerang. Awalnya gue nggak masukin item ini ke dalam list make up, karena gue pikir nggak terlalu penting. Tapi ternyata Primer ini ngebantu banget biar make up bisa stay lebih lama di wajah.

Banyak merek yang bisa dipilih, seperti Benefit, Maybeline, dll. Kalau gue sendiri lebih milih monistat, karena harga relatif terjangkau dibanding Benefit, tapi kualitas menutupi pori nya termasuk OK. 



2. Corrector

Item ini juga sebenarnya wajib nggak wajib sih. Gue merasa wajib karena kulit wajah gue terkadang bernoda jerawat dan yang udah paling pasti itu dark circle di area mata. Tapi buat kalian yang bebas noda jerawat dan mata panda, bisa skip.

Corrector yang gue pake mereknya City Color. Kenapa? Karena murah. Hahaha... Dan reviewnya lumayan. Tapi menurut gue sih kurang coverage kalau di wajah gue. Tapi gue pernah coba merek lain (minta punya temen) dan hasilnya cukup bagus dan lebih coverage, mereknya La Girl. Kebetulan gue punya satu tube concealer merek ini dan memang oke punya.

City Color Corrector Palette


LA Girl Corrector
FYI, sebenernya cuma 2 warna yang gue pake, yaitu warna Orange dan Hijau. Orange gue pake buat dark circle area mata, sedangkan Hijau buat noda bekas jerawat atau dark spot.

3. Foundation

Item wajib! Jangan lupa beli sponge-nya ya untuk mengaplikasikan di wajah, banyak kok online shop yang jual, kalau mau beli langsung ke tokonya bisa coba ke miniso.

Oke, balik lagi ke foundation. Merek yang gue pilih adalah Maybeline Fit Me. Karena murah (again) dan menurut gue termasuk ke dalam jajaran foundation medium coverage menuju full coverage. Maybeline Fit Me foundation ini punya dua jenis, yaitu Matte untuk kulit wajah normal hingga berminyak, dan Dewy untuk kulit wajah normal hingga kering. Gue pilih yang matte meskipun kulit wajah gue termasuk ke dalam tipe kulit kombinasi (berminyak parah di T zone dan kering di area lainnya). Pilihan warnanya banyak banget. Gue sendiri pilih yang nomor 220 (Natural Beige), meskipun menurut gue kegelapan buat kulit sawo matang kaya gue. Saran gue buat yang punya kulit sawo matang dan yellow undertone bisa pilih nomor 128 atau dicampur 128 dengan 220, atau bisa pake yang 210 (sedikit lebih terang dari 220).

Maybelline Fit Me Foundation. Kiri: Matte, Kanan: Dewy.
4. Concealer

Dulu gue sempet pake concealer LA Girl yang Natural, tapi sekarang udah jarang dipake lagi, meskipun dipake paling cuma dikit buat nutupin dark spot yang saking gelapnya nggak cukup pake corrector buat nutupin. Ada beberapa concealer yang bisa juga dipake buat nge-highlight area T zone dan bawah mata, buat kulit sawo matang bisa pake LA Girl Concealer shade Porcelain.



5. Highlighter & Contour

Kenapa nggak dipisah Mpril? Karena kebetulan gue beli Highlight and Contour Stick-nya Mineral Botanica. Kenapa Mineral Botanica Mpril? Karena bagus (Terutama Highlighter-nya) dan sangat terjangkau harganya. Untuk shade nya gue pilih yang Corn Flake-Cream Cookies, karena menurut gue ini yang paling cocok buat kulit sawo matang.



Panduan penggunaan Highlighter & Contour di wajah sesuai dengan bentuknya

4. Eyebrow Pencil

Item ini juga wajib, karena percayalah setebal tebalnya halis lo tetep bakal keliatan botak kalau udah kena sepuhan foundation. Gue nggak bingung sama sekali pilih eyebrow pencil yang murah dan kualitas setingkat MUA. Fanbo Eyebrow Pencil, dan warna yang gue pilih adalah warna cokelat, karena gue pernah nyoba pake warna hitam alhasil gue kaya sinchan. Warna cokelatnya punya Fanbo ini lebih ke dark brown, nggak kaya merek Viva yang warna cokelatnya itu agak kemerahan.


5. Eye Base

Eye base atau eye primer ini menurut gue wajib, karena selain membuat eyeshadow terkesan lebih pigmented juga agar eyeshadow lebih tahan lama menempel. Eye base yang gue pake dari Mizzu. Harga terjangkau dan kualitas OK punya. 

6. Eyeshadow

The Beauty of Make up, itulah yang gue pake untuk menggambarkan peran eyeshadow. Disinilah kreasi kita diuji. Awalnya gue seneng banget mengeksplorasi warna eyeshadow sampe beli berbagai merek eyeshadow palette. Tapi seiring dengan berjalannya waktu dan karena memang gue pake make up lengkap kaya gini itu kalau ada pesta pernikahan orang aja, maka dari itu sekarang gue cuma pake satu rangkaian warna saja, alias warna eyeshadow yang dipake itu itu aja.

Berikut ini beberapa merek eyeshadow yang gue pake. Wet n Wild: Petal Pusher, Wardah (yang isi 3 palette), Focallure 9 colors #5. Menurut gue eyeshadow wardah yang isi tiga itu kurang pigmented dan agak ribet aja kalau harus bawa lebih dari 1 palette. Dari ketiga merek diatas, gue jatuh hati ke Focallure. Pigmented parah, terutama warna shimmernya. kalau Wet n Wild: Petal Pusher, gue sering pake yang warna hitamnya aja. Agak nyesel sih beli yang Wet n Wild ini, karena warnanya shimmer semua, dan menurut gue yang warna terangnya terlalu terang dan yang gelap terlalu gelap untuk kulit sawo matang.

Focallure 9 color #5, My Favorite!

Wet n Wild : Petal Pusher
Gue beli yang Seri A, B, & G
7. Bedak Bubuk (Loose Powder)

Bedak bubuk ini gue pake buat nge-set wajah setelah pengaplikasian foundation. Fungsinya biar make up nempel tahan lama di wajah. Penggunaan bedak bubuk ini semakin wajib hukumnya ketika kita menggunakan banyak produk berbentuk cream. Contohnya gue pake corrector, foundation, highlighter dan contour berbentuk cream, so gue wajib nge-set wajah gue pake bedak bubuk. Cara nge-set yang baik dan benar adalah dengan berikan beberapa tap bedak bubuk di wajah, tunggu sekitar 10 menit, kemudian sapu wajah dengan kuas hingga tidak tersisa bedak bubuk di wajah. Gue sendiri pake bedak bubuk wardah, bukan karena itu yang terbaik tapi karena gue terlanjur belinya itu dan nggak habis-habis. Sayang kalau dibuang. Kalau rekomendasi dari gue mengenai bedak bubuk ini bisa coba Mineral Botanica dan Maybeline Fit Me.

8. Blush On


FYI, untuk blush on ada dua jenis, yaitu Matte dan Shimmer. Gue sendiri pilih yang Matte karena untuk shimmernya gue pake highlighter dari Wet n Wild (dibahas point berikutnya). Ada beberapa produk Blush On shimer yang gue pernah coba dan OK, yaitu Milani, Borjouis dan Tarte. Sedangkan Blush On Matte, gue pake merek City Color yang pigmented parah. Gue harus super hati-hati pakenya. Percaya nggak percaya, untuk satu sisi pipi saja gue cuma butuh satu kali tap brush. Dan gue ngapikasiinnya penuh dengan kehati-hatian dari ujung dekat telinga menuju area dekat hidung.

City Color Be Matte Blush. Gue beli yang shade Guava

9. Highlighter

Kok highlighter lagi Mpril? Fungsinya sama tapi tipe-nya beda, highlighter ini hasilnya shimmery. Highlighter dari Mineral Botanica gue pake setelah foundation dan sebelum nge-set pake bedak bubuk. Kalau Highlighter yang ini gue aplikasikan setelah blush on di beberapa titik yang ingin ditonjolkan. Merek highlighter yang gue pake ini Wet n Wild.

Wet n Wild Megaglo Highlighter Powder: Precious Petals
Area wajah yang diberi Highlight

10. Eyeliner


Eyeliner digunakan untuk mempertegas mata. Yang punya mata sipit bisa tampak lebih agak belo, dan yang belo nggak usah tebel-tebel ya pakenya nanti makin terlihat membelalak. Haha. Eyeliner favorit gue jatuh pada produk Wardah eyeliner liquid.


11. Mascara

Buat yang bulu matanya pendek dan nggak lentik kaya gue, wajib banget pake mascara. Mascara yang gue pake merek Maybelline Push Up Drama. Mascara ini udah dilengkapi dengan fiber, makanya bisa bikin bulu mata tampak lebih panjang dari aslinya.


12. Lipcream


Gue pake Lipcream Matte merek Wardah. Seperti biasa karena harga yang terjangkau dan shade nya banyak pilihan. Gue sendiri biasa pake dua warna buat ombre, yaitu yang nomor 03 - See You Latte dan nomor 12 - Pump It Up.

03 - See You Latte
12 - Pump It Up
13. Brush

Untuk Brush gue pake Bamboo Brush yang bisa kita beli di banyak online shop. Bamboo brush ini harganya murah banget tapi nggak murahan. Dibanding dengan brush KW merek-merek high end, ini jauh lebih baik. FYI, brush juga punya peran penting lho dalam pengaplikasian make up.

Bamboo Brush Set isi 11
14. Optional: Inner Liner Pencil & Compact Powder

Buat yang suka pake eyeliner di area water line atau kelopak mata bagian bawah (termasuk gue) bisa tambahin eyeliner pencil untuk area water line ke dalam list wajib perlengkapan make up. Gue sendiri pake City Color Inner Rim Auto Ayeliner. Gue pilih ini karena warnanya cream, seperti warna kulit jadi terlihat natural. Mungkin ada yang lebih suka warna silver atau putih bisa pake merek lain, misalnya LA Girl, NYX, Make Over, dll.

City Color Inner Rim Auto Eye Liner
Dan terakhir ada compact powder atau bedak padat. Gue biasa pake ini sedikit di akhir, untuk meratakan warna yang belum rata. Haha. Misal Blush On di pipi kiri lebih cetar badai dibanding yang kanan, atau ada beberapa spot yang terlihat terlalu gelap akibat contouring yang terlalu menggebu-gebu semangat 45. Haha. Compact Powder yang sering gue pake adalah Wardah.

Ok, total ada 14 item wajib buat bisa make up-an sendiri. Semoga postingan gue kali ini bermanfaat bagi para pejuang make up pemula. Buat yang jarang-jarang make up-an sendiri buat pergi ke pesta pernikahan, gue saranin buat beli "share in jar" yang banyak dijual di berbagai marketplace, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dll. Biar make up lo nggak sisa banyak sebelum akhinya kadaluarsa.

See You :*