Take Over KPR

Halo, saya Mpril. Saya ingin sharing pengalaman saya Take Over KPR dari BSI ke Bank Permata Syariah.

Sebelumnya saya ingin jelaskan dulu awal mula mengapa memutuskan Take Over KPR. Pada tahun 2021 saya membeli rumah di daerah Kab. Bogor menggunakan KPR di BSI dengan akad Murabahah tenor 15 tahun. Cicilan flat, 2 kali termin, yaitu 5.99% tahun ke-1 s/d ke-5 dan 12.5% tahun ke-6 s/d ke-15. 

Pada tahun ke-5 saya memutuskan untuk pindah bank setelah pertimbangan berikut ini:
  1. Margin termin ke-2 masih lebih besar dari floating rate pada bank konvensional yaitu 11.5%. 
  2. Pindah ke bank syariah lain dengan Akad MMQ bukan Murabahan seperti di BSI, agar bisa melakukan pelunasan sebagian di tengah cicilan dengan denda yang rendah. Kamu bisa riset lewat chat GPT untuk simulasi pelunasan sebagian Murabahan dan MMQ untuk lebih jelasnya. 
Saya mulai mengumpulkan info program take over KPR di beberapa bank syariah seperti BCA Syariah, CIMB Syariah dan Permata Syariah. Dari ketiga bank tersebut, BCA syariah dan Permata Syariah yang menawarkan program yang lebih menguntungkan. Pada akhirnya saya memilih Permata Syariah karena fast respon dan menjelaskan semua pertanyaan saya dengan sangat detail. Pertanyaannya apa saja sih?
  1. Program KPR Syariah?
  2. Syarat pengajuan Take Over KPR
  3. Biaya KPR (Hanya Estimasi, aktual biasanya lebih murah)? 
  4. Skema pelunasan sebagian dan keseluruhan? 
  5. Estimasi floating (Jika ada, biasanya untuk tenor diatas 10 tahun)? 
Program KPR Permata Syariah

Saya mulai mencari info mengenai KPR di pertengahan tahun 2026. Saat itu saya ditunjukkan program take over KPR yang sangat menarik oleh bank Permata Syariah, yaitu tenor 10 tahun dengan skema:
Tahun ke-1 s/d ke-2 = 3.99%
Tahun ke-3 s/d ke-4 = 5.99%
Tahun ke-5 s/d ke-6 = 8.99%
Tahun ke-7 s/d ke-8 = 9.99%
Tahun ke-9 s/d ke-10 = 10.25%

Mengapa menurut saya menarik? Karena saya berniat untuk melakukan pelunasan sebagian setiap 2-3 tahun sekali untuk memperpedek tenor atau mempercepat pelunasan keseluruhan. Dan dengan margin yang relatif kecil di awal memberikan saya kesempatan menabung untuk pelunasan sebagian.

FYI, untuk take over KPR tidak ada DP!

Syarat pengajuan Take Over KPR

Ada beberapa persyaratan yang perlu dipersiapkan saat pengajuan, yaitu:
  1. Scan SHM (minta ke bank asal)
  2. Scan IMB (minta ke bank asal)
  3. PBB pada tahun pengajuan Take Over KPR
  4. Foto copy buku nikah
  5. Foto copy Kartu Keluarga 
  6. Foto copy KTP dan NPWP
  7. SK kerja terbaru
  8. Slip Gaji 3 bulan terakhir
  9. Rekening koran 3 bulan terakhir
  10. Surat perjanjian sewa rumah (jika rumah yang akan ditake over sedang disewakan)
Semua harus disiapkan sebelum melakukan pengajuan kecuali poin nomor 6, 7, dan 8. SK kerja, slip gaji dan rekening koran sebaiknya disiapkan setelah proses pengajuan, tepatnya saat berkas akan diserahkan ke analis. Jika proses permohonan SK kerja dan slip gaji sekitar 1 minggu, sebaiknya baru mengajukan permohan ke bagian HRD atau payroll beberapa hari sebelum appraisal. Appraisal adalah proses dimana pihak bank melalui tim appraisal menilai langsung harga rumah kita. Tim appraisal akan datang ke rumah kita, mengukur luas tanah dan bangunan, menilai akses, lokasi, dll. Saat itu saya dikenakan biaya Rp500.000 untuk appraisal ini. Hasil penilaian dari tim appraisal akan muncul 3 hari kemudian. Setelah itu semua berkas akan dikirimkan ke analis.

Mengapa saya menyarankan untuk tidak menyiapkan SK Kerja dan slip gaji di awal. Karena bank hanya menerima SK kerja yang telah ditandatangani oleh HRD di bulan yang sama saat berkas dikirim ke analis, dan slip gaji 3 bulan terakhir yang presisi. Misalkan berkas pengajuan KPR diberikan kepada analis pada bulan Juli, maka SK kerja harus ditandatangani pada bulan juli dan slip gaji 3 bulan terakhir dari bulan Mei, Juni hingga Juli. Jika lewat satu bulan saja, maka kita harus meminta ulang SK kerja dan slip gaji 3 bulan terakhir yang terbaru.

Sebelum pengajuan biasanya bank akan meminta Surat Pelunasan dari bank asal untuk menentukan plafon. Di dalam surat pelunasan kita bisa tahu sisa pokok dan denda yang ditetapkan oleh bank asal. 

Denda pelunasan keseluruhan di BSI per tahun 2026 ini adalah 14x margin berjalan untuk pelunasan sebelum 60 bulan masa angsuran atau 10x margin berjalan untuk pelunasan di atas 60 bulan masa angsuran. Bahkan setelah saya kena denda dengan nominal sefantastis itu dari BSI ditambah biaya kpr yang perlu saya persiapkan untuk Take Over KPR jauh lebih menguntungkan jika saya pindah ke bank lain! 

Ingat, intinya semua harus dihitung. Compare antara tetap cicil KPR di bank lama dengan bank baru, sertakan semua biaya diluar plafon juga denda pelunasan sebagian di bank baru. Saya sudah hitung dan dalam kasus saya pindah bank jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan stay di bank lama. Pada kasus saya, jika ditotal bisa hemat hampir 200 juta. 

Disclaimer: mungkin kasus setiap orang berbeda karena program KPR yang diambil pasti berbeda. 

Biaya Take Over KPR

Berikut rincian estimasi biaya take over KPR yang saya dapatkan dari pihak bank Permata Syariah sebelum pengajuan:
  • Admin Rp6.010.188,42
  • Asuransi jiwa astra syariah Rp4.649.700,-
  • Asuransi kebakaran aca syariah Rp3.184.232,- 
  • Biaya RTGS 30 ribu
  • Cek sertifikat 1.000.000,- 
  • SKMHT Rp350.000,- 
  • APHT Rp4.000.000,- 
Total : Rp19.224.120,-

Sebelum mengajukan Take Over KPR, saya sempat melakukan riset terlebih dahulu mengenai biaya take over KPR ini di beberapa bank. Setidaknya saya harus mempersiapkan uang sebesar Rp25.000.000,- meskipun seringnya jauh lebih murah dari estimasi. Dan benar saja, setelah Surat Persetujuan Fasilitas dikeluarkan oleh pihak Bank Permata, rinciannya berkurang menjadi:
  • Admin Rp2.000.000,-
  • Asuransi jiwa astra syariah Rp4.180.602,-
  • Asuransi kebakaran aca syariah Rp621.872,- 
  • Biaya RTGS 30 ribu
  • Cek sertifikat 1.000.000,- 
  • SKMHT Rp350.000,- 
  • APHT Rp4.000.000,- 
Total : Rp12.182.474,-

Skema Pelunasan

Ada hal yang menurut saya paling penting selain program KPR, yaitu mengenai pelunasan dan skemanya. Saya perlu tahu apakah saya bisa melakukan pelunasan sebagian di tengah masa angsuran dan berapah denda yang dikenakan setiap melakukan pelunasan? Dan informasi ini harus sudah saya dapatkan sebelum melakukan pengajuan Take Over KPR. 

Berikut ini aturan pelunasan di Permata Syariah:
  1. Pelunasan periode tahun ke-1 s/d ke-6 dikenakan denda 5% dari nominal pelunasan. Jika ingin melunasi Rp100.000.000,- maka denda 5% dari nominal tersebut, yaitu Rp5.000.000,-.
  2. Pelunasan setelah tahun ke-6 dikenakan denda 3% dari nominal pelunasan.
  3. Pelunasan melalui Take Over KPR ke Bank Lain dikenakan denda 6%.
  4. Pelunasan sebagian setiap tahun diperbolehkan maksimal 50% dari sisa pokok dan hanya dapat dilakukan maksimal 2x dalam 1 tahun.
  5. Aturan bisa saja berubah sewaktu-waktu dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada nasabah. Tapi setelah saya lakukan riset 3 tahun terakhir peraturannya masih sama. 
Disclaimer: Setiap nasabah aturan bisa berbeda tergantung waktu pengajuan Take Over KPR. 

Estimasi Floating

Bank Syariah ternyata ada sistem floating juga. Di Permata Syariah sistem floating dikenakan untuk tenor di atas 10 tahun. Pada saat pengajuan Take Over saya sempat menanyakan mengenai floating ini. Margin yang dikenakan menggunakan rumus sebagai berikut:

Margin = 6.75%+LPS

Besaran LPS bisa kita lihat di situs ini: LPS Rate

LPS Rate bisa berubah sewaktu-waktu. Per bulan oktober 2026 ini LPS rate untuk bank umum adalah 3.75%. Jadi, jika saya masuk masa floating pada bulan ini, margin dari angsuran saya adalah 6.75%+3.75%= 10.5%.

Disclaimer: Rumus margin saat floating bisa berbeda antar nasabah bergantung kapan nasabah terebut mengajukan Take Over KPR. Namun dari pihak Bank Permata Syariah menjelaskan bahwa nasabah boleh mengajukan keringanan margin saat floating. Biasanya di sekitar 11%.

Proses Take Over KPR memang tidak semudah itu. Runutan singkatnya seperti berikut:

Persiapan dokumen > Permohonan Surat Pelunasan dari Bank Asal > Pengajuan Take Over KPR > Appraisal > Penyerahan Berkas ke Analis > Akad dengan Notaris yang ditunjuk Bank > Penyerahan Surat Jaminan dari bank asal. 

Saya sengaja menebalkan bagian Penyerahan Surat Jaminan dari bank asal karena ternyata kita tidak bisa pasif menyerahkan semuanya pada pihak bank. Pada kasus saya ini agak sedikit rumit karena PNK (Perubahan Nama Kreditur). Bank BSI merger dari BNI Syariah, Mandiri Syariah dan BRI Syariah. Kebetulan saat dulu saya mengajukan KPR di BSI, masih tercatat di BPN sebagai Mandiri Syariah, sehingga proses PNK ini membuat proses penyerahan surat jaminan menjadi lebih lama. Saran saya nasabah harus kejar terus pihak bank asal untuk mempercepat proses review dan pengiriman berkas ke BPN. Karena Notaris hanya memberikan waktu 30 hari untuk menaikan status SKMHT ke AHT melalui BPN. Jika lebih dari itu, maka nasabah perlu melakukan tandatangan SKMHT ulang dengan tambahan biaya SKMHT tentunya. Saat itu saya harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp350.000,-. Sebagai nasabah saya merasa dirugikan dalam hal waktu dan uang, terutama waktu, karena saya perlu mengambil cuti tambahan untuk tandatangan  SKMHT ulang bersama notaris yang jaraknya cukup jauh. Kemudian saya juga meminta claim pada pihak cabang BSI terkait senilai biaya tambahan SKMHT melalui pengaduan ke customer care BSI. Alhamdulillah semua berjalan lancar. 

Sekian pengalaman Take Over KPR dari saya. Semoga bisa menambah pengetahuan dan membantu. Jika ada pertanyaan bisa DM saya di IG: @aprianti.ramdhani


Night Skin Care Routine (Busui "friendly")

Pengen glowing tapi bingung harus pake skincare apa yang cocok untuk ibu menyusui. 

Tenang bund, sekarang banyak sekali pilihan skincare dari berbagai merek yang aman digunakan untuk ibu menyusui. 

Aku adalah tipe pengguna skincare yang ga bisa cuma pakai satu merek. Kenapa? Karena aku lebih suka memilih skincare berdasarkan review plus pengalamanku sendiri. 

Langsung aja ya bund aku sebutin satu per satu rangkaian skincare rutin aku sebelum tidur. 

1. St. Ives Energizing Coconut & Coffee Scrub
Ini adalah tahap awal proses membersihkan wajah dari kotoran atau sisa make up. Kalau sepulang kerja biasanya aku pakai milk cleanser terlebih dahulu sebelum mencuci muka dengan scrub dan atau facial wash biar double kill :'D.

Kenapa pilih ini? Karena concern aku adalah deep cleansing makanya aku pilih scrub yang bisa mengeksfoliasi tapi ga bikin kulit iritasi bahkan jika digunakan setiap hari. Dan aku dapetin itu semua di St. Ives varian ini. Sebenarnya St. Ives ini bikin dua varian deep exfo, Energizing dan Fresh Skin. Dan menurutku dua-duanya punya pengaruh yang sama buat kulit aku yang tipe kombinasi ini. 

2. Senka Facial Wash
Awal aku jatuh hati pada senka adalah ketika aku sangat terobsesi dengan skincare yang bisa mengeksfoliasi dan nge-claim bisa membersihkan pori yang tersumbat lemak. Dari berbagai varian, aku pilih Senka Perfect White Clay. 

Facial wash ini mengandung beberapa bahan seperti essence kepompong sutera yang dapat membersihkan kulit kusam, mencerahkan, Dan melembutkan. Double Hyaluronic Acid yang berfungsi untuk melembabkan kulit. White clay untuk deeply cleansing hingga ke dalam pori-pori. Dan Aqua In Pool yang dapat melembabkan kulit 30% lebih baik dari pelembab biasa. Di kulit aku, it works! Kulit terasa bersih tanpa meninggalkan efek kering di wajah alias kulit wajah tetap terasa lembab. 

3. CORSX AHA/BHA Clarifying  Treatment
Aku punya masalah di area hidung, selain karena aku berminyak parah di area T-Zone, juga karena di area hidung dan sekitarnya penuh dengan komedo putih dengan tekstur kulit landak. Kalau ga pakai toner untuk exfoliasi, hidung landakku benar-benar parah. 

Rata-rata skincare yang dapat mengeksfoliasi secara kimia itu mengandung AHA dan BHA sedangkan kedua zat aktif ini digadang-gadang sebagai zat berbahaya bagi ibu menyusui. Setelah membaca beberapa literatur, itu tidak sepenuhya benar. Ada yang menyatakan bahwa yang berbahaya itu adalah kandungan BHA di atas 3%. Oleh karena itu aku pilih skincare yang mengandung AHA/BHA ini hanya untuk toner. Why? Karena, toner saran penggunaannya adalah 2x sehari. Intensitas yang cukup tinggi untuk penggunaan exfoliator kimia. Sehingga biasanya pada toner kandungan BHA nya kurang dari sama dengan 1%. Bahkan seringnya dibawah 1%. Sehingga aku berani menggunakan toner mengandung AHA dan BHA ini. 
Apa sih claim-nya toner CORSX ini sampai bikin aku jatuh cinta? Toner ini nge-claim dapat mengangkat sel kulit mati, mencegah timbulnya komedo, dan memperbaiki serta menghaluskan tekstur wajah. Dan review berdasarkan pengalamanku, dibantu dengan kapas toner ini ampuh menurunkan intensitas kulit landak di area hidung dan sekitarnya, meskipun masih tidak hilang 100% tapi setidaknya sekitar 70% masalah kulit landakku terselesaikan. Seterharu itu aku sama skincare satu ini. 

4. Somethinc Niacinamide & Moisture Beet Serum
Ini nih jagoan serum gue yang bener-bener ngaruh banget di kulit 'badak' gue ini bahkan di satu bulan pertama. Lebih cepat dari claim mereka yang katanya 3 bulan baru terasa manfaatnya. 
Fungsi utama serum ini adalah menghilangkan jerawat dan nodanya, mencerahkan kulit, dan mencegah hyperpigmentasi. Sebenarnya ada beberapa fungsi lain, tapi aku sengaja highlight 3 fungsi yang aku sebutin diatas karena itulah yang aku rasakan sendiri manfaatnya. Khusus untuk menghilangkan jerawat, serum ini memang tidak sehebat BHA dan asam salisilat. Tapi untuk hal mencerahkan kulit dan menghilangkan noda jerawat, ini benar-benar solusi terbaik. Mungkin tiap orang dengan berbagai jenis kulit memiliki waktu yang berbeda pula untuk merasakan manfaat serum ini. Untuk mencerahkan, aku udah bisa rasain di satu bulan pemakaian, sedangkan noda jerawat bertahap hingga 3 bulan baru terasa optimal. Serum ini tidak dianjurkan digunakan bersamaan dengan AHA/BHA. Maka dari itu, aku jeda dari pemakaian toner sampai meresap sempurna baru lanjut ke serum. Lagipula kandungan AHA/BHA dalam toner yang aku pakai cukup kecil sehingga selama ini tidak ada masalah di kulitku dari penggunaan dua skincare tersebut. 

5. Roro Mendut Bright Lift Eye Cream
Seberapa penting sih eyecream buat wanita 30 tahun keatas? Menurutku yang pernah punya pengalaman kantung mata kering, ini sangatlah penting bahkan wajib. Ternyata salah satu faktor mengapa terjadi kerutan di area mata dan mata panda adalah kurang lembabnya kulit sekitar mata selain karena kurang tidur dan minum. 
Apakah harus RoroMendut? Tentu saja tidak, banyak merek lain yang membuat skincare satu ini. Dan bukan tipe wanita yang menolak tua, tapi setidaknya hindari apa yang bisa kita hindari. Minimal hindarkan kulit dari kekeringan apalagi area sekitar mata karena itu akan memperparah kerutan di sekitar mata, juga area kantung mata lebih mudah menghitam. Pengaruh signifikan yang aku rasain setelah menggunakan eye cream Roro Mendut ini adalah melembabkan. Kantung mataku jadi terhindar dari kekeringan sehingga kerutan besar karena kulit kering sangatlah berkurang. Kerutan halus belum terlalu terlihat pengurangannya, karena zuzur aku tidak terlalu memperhatikan titik kerutan halus di area mata, hehe. Untuk mata panda, aku hahya bisa bilang better tapi tidak menghilang 100%, tapi setidaknya ada penurunan. Sedangkan untuk fungsi eye lift belum aku rasain, karena mungkin hal ini bisa kita benar-benar notice kalau sudah berjalan minimal 5 tahun pemakaian, itupun jangan lupa bikin barang bunti before afternya. Karena kalau hanya modal daya ingat, niscaya ga bakalan terlalu ngeuh dengan perbedaannya. 

6.  Somethinc Bakuchiol Skinpair Oil Serum
Sebagai pecinta Somethinc Serum, ga cukup kayanya kalau cuma beli satu varian. Tapi balik lagi ke kebutuhan kulit masing-masing ya. Karena aku concern banget dengan tekstur kulit, komedo dan jerawat dengan berbagai permasalahannya, maka aku pilih skincare yang mendukung itu semua. 
Serum ini berbahan dasar natural lho, dengan manfaat sebagai antioxidant dan anti-aging. Zuzur aku sudah incer Retinol, tapi karena sangat-sangat dilarang digunakan ibu menyusui, maka aku cari alternatif lain. Sempat melirik rosehip oil, tapi kok hati ga sreg :)). Dan ketika tahu Somethinc membuat satu product yang digadang gadang sebagai pengganti Retinol, tanpa berpikir panjang diriku langsung purchase oil serum ini. Serum bakuchiol merek Somethinc ini memiliki beberapa skin concern seperti: kerutan, jerawat, hyperpigmentasi, garis halus, bruntusan, peradangan, komedo dan kulit kusam. Satu skincare dengan manfaat yang begitu luas dan tentunya yang aku butuhkan.

Bagi yang baru "Puber Skincare", aku cuma mau ngingetin untuk mempraktekkan hidup minimalis dalam menggunakan skincare. Maksudnya gini, biasakan membeli skincare sesuai kebutuhan kulit masing-masing bukan karena ikut-ikutan, karena lagi ngehype, atau karena korban iklan. Belilah skincare dengan fungsi yang sama setelah skincare sebelumnya habis atau akan habis untuk menghindari kemubadziran, karena biasanya salah satu ada yang pada akhirnya akan terbuang. Kalau ga cocok? Itu perkara lain, langsung buang atau bisa prelove di femaledaily atau juga bisa dihibahkan pada saudara yang membutuhkan, karena balik lagi tipe kulit masing-masing orang berbeda-beda, pun tingkat sensitifitasnya. Dan yang paling penting jangan terlalu terburu-buru memutuskan. Perhatikan baik-baik kandungan dan manfaatnya, saranku sering-sering cek review orang lain di femaledaily atau review produk di e-commerce kesayangan kamu. 

Thank you for reading my blog. Semoga bermanfaat. :*

Perjalanan Menuju Rumah Impian

Tangerang Selatan - 2020

Setelah sekian lama hiatus dalam dunia per-bloggan, akhirnya aku putuskan untuk sharing mengenai perjalananku menggapai rumah impian. 

Aku dan suami menikah di tahun 2017. Kami memutuskan untuk tidak membeli rumah tinggal terlebih dahulu. Saat itu kami berfikir kalau membeli kendaraan (mobil) lebih dibutuhkan untuk mobilisasi, sementara itu kami tinggal di rumah orang tua suami alias mertuaku. Pertimbangan lainnya adalah lama cicilan mobil bisa lebih cepat, sehingga tidak perlu menunggu waktu lama untuk mulai mencari rumah sesaat sebelum cicilan mobil lunas. Kami memulai semua dari nol, biaya resepsi pernikahan hasil dari kami menabung, pun membeli kendaraan, dan rumah pun sudah pasti hasil keringat sendiri. Sehingga kami harus memikirkan matang-matang dalam mengambil keputusan. 

Langsung saja ke topik pembahasan ya bund. Aku dan suami mulai mencari rumah di pertengahan tahun 2019. Kami mencari rumah indent dengan DP yang bisa dicicil setidaknya setahun, agar waktu pelunasan DP bisa berbarengan dengan mobil lunas, sehingga ketika BI checking saat pengajuan KPR, cicilan kami tidak terlalu banyak.

Ada beberapa perumahan di sekitar Tangerang Selatan yang kami incar dan saat itu kebanyakan ada di daerah Cisauk, Kabupaten Tangerang. Kenapa diasana? Karena jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah mertua. Kenapa harus dekat mertua? Karena aku dan suami bekerja, maka kami menitipkan anak di mertua. Anak kami sudah sangat dekat dengan neneknya, kalau tiba-tiba harus dititipkan ke orang lain atau daycare kasihan juga harus adaptasi ulang, dan pasti tidak mudah. Alasan lainnya karena akses ke pusat 'peradaban' lebih dekat :)), dekat tol, dekat stasiun, dekat mall, dekat pasar, dll. 

Perumahan yang saat itu kami incar antara lain, Springhill Yume Lagoon, Serpong Lagoon, Serpong Jaya dan Serpong Garden.Setelah observasi, kami mencoret Serpong Lagoon dari bucket list. Why? Pertama, karena jarak cluster ke jalan utama cukup jauh jadi perlu kendaraan pribadi atau pakai jasa ojol. Kedua, karena ada beberapa review kalau disana rentan banjir. Dan terakhir, harganya cukup pricey menurut kami.

Next, kami menghubungi serpong jaya untuk meminta pricelist. Dari segi harga menurut kami masih oke lah, tapi setelah melihat LT dan LB-nya kami mundur teratur. Menurut kami harga yang ditawarkan terlalu pricey untuk luas tanah dan luas bangunan yang tercantum. Dan satu hal lagi, aku pribadi kurang suka akses dari serpong ke pamulang. Ada beberapa titik jalan yang tiba-tiba menyempit kemudian melebar kembali yang menurutku bisa jadi biang kemacetan. Itu menurutku ya, mungkin sebagian orang punya pandangan lain dan aku hargai itu. 

Kemudian ada Springhill Yume Lagoon. Perumahan berkonsep Jepang ini adalah yang paling disukai suami. Akupun sempat kepincut. DP bisa dicicil. Akses juga oke, tidak terlalu jauh dari serpong. Tapi setelah menimbang-nimbang antara Springhill Yume Lagoon dan Serpong Garden, kami akhirnya oleng. 

Aku dan suami tidak berpikir panjang lagi untuk memilih Serpong Garden. Why? Karena DP bisa dicicil, itu sudah pasti. Luas tanah yang ditawarkan lebih besar dengan harga bersaing. Jarak cluster ke jalan utama sangat dekat, bahkan bisa jalan kaki. Dekat dengan tempat Wisata Saiji. Dekat stasiun. Cukup dekat dengan rumah mertua dan banyak promo lainnya yang sangat-sangat menggiurkan. Seperti potongan DP 10%, free surat-surat, dan lainnya yang aku lupa detailnya apa saja. Booking fee langsung kami bayar tunai sebesar 5jt rupiah.

Beberapa minggu setelah itu, badai pun datang menerpa. Tiba-tiba tetangga dekat mertuaku menawarkan tanah dengan luas 120 meter persegi plus bangunan yang bisa kita custom sesuka kita dengan harga yang sama dengan harga rumah yang akan kami beli di Serpong Garden. Dan yang lebih menggiurkan parahnya lagi adalah, lokasi tanahnya ada di samping perumahan batan indah. Itu artinya dengan harga rumah yang akan kami beli di Serpong Garden, kami mendapatkan LT yang jauh lebih luas, lokasi di kota Tangerang Selatan, dan layout rumah bisa custom suka-suka. Dengan mantap hati kami cancel Serpong Garden dan mulai membicarakan tentang membangun rumah dari tanah kosong sesuai dengan impian kami. 

Badai kedua pun menerpa kami. Karena pandemi yang seolah tak kunjung berakhir ini, perusahan tempat kami bekerja pun menjadi terdampak. Kenaikan gaji dan bonus tahunan yang tak menentu membuat kami banting stir. Kami bersyukur karena perusahaan tempat kami bekerja setidaknya masih memikirkan kesejahteraan karyawan disaat perusahaan lain collapse dan atau melakukan phk. Tapi apa yang kami dapatkan dari perusahaan setelah menjadi terdampak pandemi covid-19 ini seolah menjadi tamparan bagi kami. Impian kami terlalu tinggi, terlalu memaksakan, hampir melampaui batas kemampuan kami dari segi financial. Fyi, dari rentetan perumahan yang aku jabarkan diatas mematok harga mulai 800jt hingga 1M. Kami pun mulai menurunkan standar. Transaksi jual beli tanah plus bangunan pun kami cancel secara baik-baik dan terbuka. 

Tangerang Selatan, 2021

Kami mulai menurunkan standar, namun masih mengutamakan rumah dengan luas tanah yang tidak terlalu kecil. Kami mematok minimal LT 72 meter persegi. 

Ada banyak nama perumahan yang kami list dan kebanyakan ada di daerah pamulang. Banyak juga yang menawarkan dengan harga murah, tapi setelah di-observasi lebih dalam ternyata harga tertera adalah harga cash keras, dan untuk KPR kami harus mencari sendiri. Selain itu kami juga menyempatkan diri untuk mendatangi lokasi. Percayalah tidak ada rumah murah di kota Tangerang Selatan, haha. Ketika kamu mendapatkannya, ada satu hal yang perlu kamu curigai, yaitu akses menuju perumahan dari jalan utama. Kami memilih satu perumahan di daerah Pondok Benda, Pamulang untuk kami kunjungi. Jalan menuju cluster tidak terlalu sempit, tapi cukup bisa meningkatkan kesetresan jika kita menggunakan kendaraan roda empat dan di arah berlawanan ada mobil lain atau bahkan truck box. Samping kiri dan kanan ada pembatas, tidak ada bahu jalan yang bisa diandalkan. Kebayang kalau pulang kerja harus selalu merasa dihantui dengan kejadian yang sama. Niat mau istirahat malah stress. 

Dari Pamulang, kami coba belok ke Cisauk kembali. Kali aja masih jodoh sama perumahan daerah Cisauk. Ada satu perumahan yang sebenarnya dari dulu sempat membuatku jatuh cinta karena dari segi harga sangat murah meriah. Dengan 500-600 juta, kita sudah bisa mendapatkan rumah dengan luas tanah diatas 83 meter persegi di area Cisauk. Lokasi sangat dekat dengan Stasiun Cisauk. Nama perumahannya adalah Griya Mulia Cisauk. Saat kami menuju kesana, kami sangat terkejut dengan aksesnya yang sangat-sangat sempit, hanya bisa satu mobil. Ini lebih parah, bahkan tidak bisa dibandingkan dengan akses cluster di Pamulang yang sebelumnya kami datangi. Kalau pakai motor masih oke, tapi kalau pakai mobil, kita harus mundur ketika ada mobil lain di arah berlawanan. Itu minus yang pertama. Minus yang kedua adalah ketidaknyamanan kami dengan marketingnya. Menurut kami orang marketing yang melayani kami kurang bisa diajak bernegosiasi dan parahnya lagi malah menceramahi. Dan menurut kami yang sudah melakukan interaksi dengan banyak orang marketing di perumahan lain, ini adalah yang terburuk. Poin plusnya adalah proses KPR lebih mudah dan cepat karena mereka memiliki bank pribadi untuk proses KPR, pembangunan relatif lebih cepat maksimal 6 bulan dari lolos KPR, dan perumahan ini berbasis syariah, insyaallah bebas riba. 

Setelah mengarungi badai yang seolah mengombang ambing kami tanpa arah dan tujuan, akhirnya kami pun berlabuh ke dua pilihan perumahan di daerah Gunung Sindur. What? Iya, aku tahu itu sudah masuk kabupaten Bogor. Lagi-lagi kami menurunkan standar, kali ini sampai ke tahap menurunkan standar lokasi rumah, yang penting masih dekat dengan rumah mertua meskipun membuat kami semakin jauh dari tempat kami bekerja. It's Ok, saatnya kami merunduk, masih banyak diluar sana yang tidak seberuntung kami. Terus melihat keatas hanya akan membuat kami lelah. Kurang lebih itulah kalimat-kalimat penghibur kami. 

Jade Park 2 dan Blossom Park adalah dua jagoan terakhir kami. Pertama, kami melaju ke Jade Park 2. Diluar dugaan, awalnya kami pikir akses menuju kesana harus melewati jalan sempit, karena saat melihat di Google Maps lokasinya dekat dengan pemukiman warga. Tapi ternyata jalannya luas banget mirip jalan utama. Dan saat kami memasuki area cluster, kami langsung jatuh cinta dengan eksterior dan lingkungannya yang sangat-sangat asri. Saat itu kebetulan habis hujan, dan setelah melihat sekeliling, kami merasa seperti sedang berada di puncak bogor. Jalannya pun sudah pakai aspal. Lebay banget ya, tapi memang semenakjubkan itu. Begitupun dengan harga bangunannya, haha. Kami terpaksa menjadikan Jade Park 2 menjadi pilihan kedua, karena dari segi harga masih tidak jauh beda dengan Serpong Garden meskipun lebih banyak benefit yang kami dapat di Jade Park 2 ini. Salah satunya adalah DP nol persen. Tapi sebenarnya DP nol persen itu bisa jadi boomerang sih, karena itu artinya semakin besar cicilan KPR kita, haha. Orang marketingnya ramah-ramah dan penjelasannya sangat detail selama mendampingi kami melihat rumah contoh, juga sabar. Permulaan yang sangat baik pokoknya :D. Saat itu kami tertarik dengan tipe rumah 45/91 dan 60/72 dengan harga mulai 800jt-an.

Keesokan harinya kami memutuskan untuk mendatangi Blossom Park, 3 km lebih jauh dari Jade Park 2. Lokasinya tidak jauh dari pasar prumpung. First impression, wow ada mesjid cukup besar di dekat main gate. Akses masuk ke dalam cluster cukup ketat, ada satpam yang 24 jam menjaga mesin portal. Pemilik rumah disana dibekali kartu khusus, sedangkan pengunjung diwajibkan menitipkan KTP. Bangunan rumahnya bertemakan semi industrial. Sentuhan bata merah yang terekspos di fasadenya membuat bangunan tampak lebih cantik. Konsep rumahnya sendiri adalah rumah tumbuh dan kita bisa custom layout tanpa merubah fasade tentunya. Saat itu kami tertarik pada layout tipe Belladona, tapi karena luas tanah yang tersisa dibawah 72 meter persegi, kami pilih tipe lain yaitu New Camelia dengan LB 50, LT 83. Luas bangunan bisa custom jika ingin dirubah atau diperluas. DP bisa dicicil selama 4 bulan sebesar 10 persen atau cash sebesar 5 persen. Bekerja sama dengan banyak bank untuk pengajuan KPR, konvensional maupun Syariah. Bismillah, dan kami pun menjatuhkan pilihan pada New Camelia, Blossom Park dengan harga dibawah 700jt.

Semua tipe rumah di Blossom Park ini adalah bangunan dua lantai. Luas bangunan rata-rata dibawah 60 dengan menyisakan lahan kosong di belakang rumah yang bisa kita bangun kembali atau dibuat taman belakang rumah yang asri. LB 50, dua lantai? Ya, memang ukuran masing-masing ruangan menjadi minimalis, yang terdiri dari 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 dapur, 1 ruang tamu yang merangkap sebagai living room bahkan bisa disandingkan dengan ruang makan tanpa sekat. Tapi jangan khawatir, karena kita dibebaskan untuk  merubah layout. Pada tipe New Camelia ini memiliki 2 pintu masuk, satu pintu menuju living room dan satu pintu lagi menuju dapur. Dari pintu masuk living room di hadapan kita ada rolling door kaca besar menghadap taman belakang. Salah satu poin rumah impian kami adalah adanya cross ventilation di dalam rumah. Selain itu di rumah ini juga sangat mengoptimalkan peletakkan jendela, sehingga sinar matahari akan lebih leluasa menerangi seisi rumah tanpa terkecuali, sehingga kita bisa lebih menghemat listrik di siang hari. 

Setelah oleng kesana kemari dalam mencari rumah untuk tinggal, kami lebih santai menjalani prosesnya. Kalau memang jodoh ya pasti dipermudah jalannya. Saat itu tipe new camelia hanya tersisa 1 unit. Dan disaat yang bersamaan dengan kedatangan kami mendatangi kantor pemasaran Blossom Park, saat itu pula PT. PP sudah mengincar sisa satu tanah tipe itu untuk dipasarkan. Selain itu harga per hari itu naik. Balik lagi, kalau jodoh pasti jalannya akan dipermudah. Alhamdulillah kami mendapatkan harga lama dengan cicilan DP 10% selama 5 bulan yang harusnya 4 bulan saja maksimal. Bismillah ya bund :D. Oh iya booking fee di Blossom Park ini terbilang cukup murah, yaitu 2,5jt. Bahkan ini lebih murah jika diandingkan dengan Griya Mulia Cisauk, yaitu 10jt.

Nih, aku kasih lihat fasade dan layout rumah tipe New Camelia di Blossom Park yang aku comot dari website-nya. Jujur, aku kesulitan mencari informasi mengenai Blossom Park secara online diluar website-nya. Aku dan suami tahu tentang Blossom Park saja dari papan iklan dekat rumah mertua. Sesampainya disana tipe Belladona dengan LT 72 sudah sold out, dan tipe New Camelia hanya tersisa 1 unit, bahkan rumah contohnya pun sudah laku terjual. Dulu sempat cari di IG-nya untuk melihat bangunan realnya untuk tipe New Camelia ini. 

Dan hanya gambar ini yang bisa aku dapatkan. Diposting saat bulan april 2020 lalu, progress pembangunan pertama yang akan dijadikan rumah contoh. Belum genap 1 tahun, semua unit tipe ini sudah terjual habis. Aku dan suami pikir, mungkin ini yang dinamakan jodoh. Kita telat sehari saja, mungkin sudah kehabisan. Karena saat aku survey kesana untuk kedua kalinya, sekaligus untuk tanda tangan beberapa surat, ada satu pasangan yang tertarik dengan tipe yang sama, yaitu New Camelia. Tapi sayang, aku dan suami adalah pembeli terakhir untuk tipe ini. Sebenarnya masih ada tipe Camelia dengan LT 60, Belladona dengan LT 63-66, dan tipe paling mewah ada Azalea dengan LB 60 LT mulai 72. Fyi, untuk tipe Azalea ini sudah termasuk fasilitas Smart Home. Zuzur, aku sempat oleng ke Azalea, tapi lagi-lagi kami sadar untuk jangan memaksakan melihat harga tipe ini hampir mencapai 900jt :D.

Terakhir, sebelum aku akhiri sharing kali ini mengenai rumah impian, di Blossom Park ini juga dilengkapi Club House, salah satu fasilitasnya adalah Kolam Renang. Tapi belum mulai dibangun karena menunggu pembangunan di sekitar area rencana Club House rampung. Aku paham sih, untuk membuat kolam renang harus dipastikan tidak ada debu di area sekitar kolam. 

Baiklah, sekian sharing ngalor ngidulku pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat. Terima Kasih.