OST Film Animasi Terbaik Versi Si Mpril

Dimana ada film animasi disitu pasti ada musical nya. Really? Yap! Bahkan kayanya film animasi belum sah jadi sebuah film animasi kalau nggak ada lagu yang mengiringinya atau lebih kita kenal dengan original sound track. Ada banyak film animasi yang dibuat tapi hanya beberapa saja yang menurut gue punya OST terbaik dan disukai sepanjang masa.


Pada tahun 1986, dirilis film animasi yang berjudul An American Tail. Film ini bercerita tentang keluarga tikus berkebangsaan Rusia yang berusaha untuk survive di negara baru, tempat mereka beremigrasi, United States.

Dan yang menjadi original sound track di film ini, yang menurut gue masuk ke jajaran OST terbaik adalah lagu Somewhere Out There yang dipopulerkan oleh James Ingram & Linda Ronstadt. Lirik lagunya sangat teramat penuh makna. Oke, gue kasih lihat sedikit liriknya.

Somewhere out there beneath the pale moonlight | Someone's thinking of me and loving me tonight | Somewhere out there someone's saying a prayer | That we'll find one another in that big somewhere out there | And even though I know how very far apart we are | It helps to think we might be wishing on the same bright star | And when the night wind starts to sing a lonesome lullaby | It helps to think we're sleeping underneath the same big sky | Somewhere out there if love can see us through | Then we'll be together somewhere out there | Out where dreams come true
Menurut gue setiap lagu yang menjadi OST film animasi selalu penuh makna. Tak hanya karena liriknya, lagu ini menjadi salah satu OST terbaik menurut gue, tapi musiknya pun bikin damai. Recommended buat dijadikan koleksi lagu terbaik kalian.

Click for download Somewhere Out There

Click for download Somewhere Out There (Child version)
Lanjut ditahun berikutnya, yaitu tahun 1992 telah dirilis film berjudul aladdin. Siapa sih yang nggak tahu cerita ini. Aladdin sudah menjadi dongeng wajib yang didengar jutaan orang. Ceritanya mengenai kisah cinta aladin dan putri jasmin. Aladdin adalah seorang tunawisma yang akhirnya bisa menembus kerajaan berkat bantuan dari jin yang berasal dari lampu ajaib. 


Lagu A Whole New World menjadi original soundtrack dari film ini. Dan menurut gue lagu ini berhasil menghiasi telinga orang-orang di penjuru dunia sepanjang masa. Lagu ini dipopulerkan oleh Brade Kane & Lea Salonga. Selain Brade & Lea, Peabo Bryson & Regina Belle pun pernah menyanyikannya dan bisa dibilang versi mereka berdua lebih populer lagi.

Click for download A Whole New World
Kemudian ada film Mulan dan Prince of Eigypt yang dirilis pada tahun 1998, tapi Mulan beberapa bulan lebih awal keluar. Mulan bercerita tentang seorang anak perempuan di dataran China yang menggantikan ayahnya untuk menjadi prajurit perang. Anak perempuan itu bernama Mulan, dan dia berpura-pura menjadi seorang pria selama menggantikan posisi ayahnya. Film ini pun masih bercerita tentang kisah cinta dan "happily ever after".

from google
Ada yang tahu OST yang menjadi kebanggaan dari film animasi satu ini? Yup! Lagu Reflection-nya Christina Aguilera. Keterlaluan banget kalau ada yang tidak tahu lagu ini. Ini Hits banget kalesss. Lagu ini dipopulerkan oleh Christina Aguilera. Dan ada beberapa kalimat dari lirik lagunya yang gue suka banget, check this out!

Now I see if I wear a mask | I can fool the world but I cannot fool my heart
Menurut gue, potongan lirik diatas ini punya makna yang luas. Seperti sedikit menasehati, like a grandma. Mungkin seperti ini arti versi gue, kita bisa saja menipu orang dengan tidak menjadi diri sendiri, tapi hati kita tidak dapat ditipu #sedap. Apa kata gue, setiap lirik dari OST film animasi pasti penuh makna, right!


Click for download Reflection
Selanjutnya masih di tahun yang sama, ada film The Prince of Egypt. Gue belum pernah lihat film nya, tapi original soundtrack nya gue tahu lebih dulu dibanding filmnya. Tapi latar belakang ceritanya diambil dari cerita zaman nabi Musa. Dimana saat itu terjadi pemberantasan keturunan laki-laki dari bangsa ibrani yang dilakukan oleh Firaun. Jalan cerita seperti garis besarnya tidak jauh dari cerita asli mengenai nabi Musa.


Siapa yang tak kenal dengan lagu When You Believe yang dipopulerkan oleh dua diva ternama, Whitney Houston & Mariah Carey. Lagu ini masih tetap juara hingga saat ini. The Best song ever! Dari segi musik, udah nggak diragukan lagi. Sekarang kita bahas mengenai lirik. Kalau perlu  sampai mulut berbusa gue bilang kalau lirik lagu dari OST film animasi pasti penuh makna!!! Ok, gue pilih beberapa kalimat dari lirik lagu tersebut yang terdengar jawara bangets. Yup! Bagian reff nya.

There can be miracles | When you believe | Though hope is frailIts hard to kill | Who knows what miracles | You can achieve | When you believe | Somehow you will | You will when you believe

Liriknya, lagunya, cocok banget buat pemimpi yang tidak pernah menyerah untuk menggapai mimpinya menjadi sesuatu yang "dream come true" #sedap.

Click for download When You Believe
Terakhir, pada tahun 2011 dirilis film berjudul Gnomeo & Juliet. Ada yang nggak tahu? Oh what a pity! XD. Versi kartus plus versi komedi nya cerita tentang romeo dan juliet. Nggak perlu dijelasin lagi kali ya ceritanya kaya gimana. Intinya sih sama dengan cerita aslinya, konflik cinta antara gnomeo dan juliet yang sangat ditentang oleh kedua orang tua masing-masing. But, happily ever after, itu pasti yang terjadi pada akhir cerita.


Lagu Hello Hello yang pernah dipopulerkan oleh Elton John menjadi original soundtrack di film ini. Ok, lupakan sejenak kalau Elton John merupakan seorang homoseksual, karena dibalik itu karyanya cukup berpengaruh di dunia musik. Yang pernah nonton film nya pasti tahu kalau ada suara perempuan yang ikut nyanyi. Siapakah dia? Elton John berduet dengan Lady Gaga menyanyikan lagu Hello Hello di film ini.

Click for download Hello Hello
Sekian mengenai OST Film Animasi Terbaik Versi Si Mpril, semoga menjadikan kotoran di mata hilang, pusing karena dililit hutang hancur lebur sejenak, dan mungkin ada beberapa dari kalian yang baca postingan dari gue ini dibuat penasaran dengan film animasi yang gue tebar diatas ataupun hanya sekedar meng-klik tombol download karena udah berhasil gue buat kepo. It's OK! Yang penting kalian bahagia :D.

Kok Sony Xperia M-nya Nggak Bisa Buka Play Store

Gue nggak bermaksud menjadi ahli gadget dengan menulis mengenai postingan gue kali ini. Anggap aja ini semua buah dari kekonyolan. 

Beberapa minggu yang lalu adik gue berniat untuk membeli handphone android. Awalnya dia ingin membeli samsung yang entah gue lupa seri nya apa. Tapi dengan PD nya gue bilang "Kalo gue jadi lo, gue bakal beli Sony bukan Samsung". Gue pribadi kenapa lebih milih Sony karena hasil camera nya yang bagus, dan flash nya bener-bener bikin terang yang difoto kalau settingan tempatnya lagi kurang bercahaya. Terus ada lagi nih yang bikin gue suka sama hanphone Sony, yaitu bentuknya. Gue paling seneng sama HP yang bentuknya simple, dengan sisi yang nyaris memiliki sudut siku (round-nya nggak terlalu besar). Next, akhirnya adik gue keguna-guna sama kata-kata gue, dia membeli Sony Xperia M. Yaay! (Kenapa jadi gue yang seneng. -_-").


Beberapa hari, masih adem ayem, adik gue masih keliatan seneng sama gadget nya. Dia download apapun yang dia mau, terutama permainan kesukaannya, Minion Rush, papoy! Tapi tiba-tiba semuanya berubah, ketika Play Store nggak bisa dibuka. Gue sebagai yang mengguna-guna merasa bersalah pake banget, apalagi adik gue sampe bilang kalau samsung nanganinnya gampang, gue tambah keringetan. Kemudian gue disuruh ke tempat beli HP nya di BEC, tapi gue males, lagian belum tentu mereka bisa dan yang pasti mereka bakal minta bayaran. Dan satu lagi yang gue takutkan, gue takut sebenarnya masalah HP nya nggak serumit yang dibayangkan.

Seperti biasa, setiap ada masalah gue bakal tanya ke mbah ter-sakti di jagat raya ini alias mbah Google. akhirnya gue menemukan sebuah website yang menjelaskan tentang cara mengatasi playstore sony xperia M yang tidak bisa dibuka. Gue copy paste aja deh yah gimana caranya, kali aja bisa membantu. Gue copas dari Link ini. . Untuk lebih jelasnya bisa buka link tersebut.

1. Tidak Connect
solusi: cek pengaturan APN. Settings >> Wireless & Network >> Mobile Networks >> Access Point Names. Apakah ada APN-nya? Beberapa operator ada yg setting otomatis, tetapi ada juga yg tidak otomatis setting sehingga harus manual. 
Cara laen menggunakan Asisten APN (aplikasi buatan dalam negeri) yg dapat didownload dari market, atau bisa langsung sedot apk-nya disini: Link 1 dan Link 2, APK diinstall ke hp,setelah dipindahin lewat explorer, jika sudah instal companion pasti akan muncul dialog untuk buka explorer.lalu instal saja lewat file manager di hp (terserah bisa astro file manager, es file manager, dsb). 
Jika masih tidak konek juga? coba cek masaaktifnya, pulsanya ada berapa?sinyalnya lagi ada atau tidak? Cek jika sistem penanggalan dan area GMT pewaktuannya, habis batere dicabut dan pasang lagi atau habis fresh install ulang (habis flashing ulang, habis flashing rom) jadi kereset ke 1 Jan 1980 misalnya dan GMT-nya malah GMT+00. Kadang gara2 masalah ini saja bisa jadi ngaruh ke internet error. Masa aktif masih ada, sistem penanggalan/pewaktuan sudah benar, pengaturan APN sudah benar, pulsa ada dan dalam masa aktif, tetapi tetap saja tidak mau konek. Berarti memang sedang terjadi gangguan di operatornya, masalah tersebut silahkan telp customer service atau datang ke gerai terdekat!!

(generated autotext by smartkeyboardpro)

1. clear cache/data d market
msk settings >> manage apps >> cari market atau play store, nah ada clear cache dan clear data coba diclear

2. No.1 msh ga bisa jg, coba msk ke settings >> mobile network >> access points or APN settings. jika nemu proxy dan port, kosongkan. beberapa operator ada yg setting otomatis pake APN, ada yg pake port.

3. Uninstall aplikasi Freedom jg pernah install, settings-apps.cari freedom lalu uninstall.

4. No.3 masih ga bisa?Cek point 1 ttg internet ga konek, msh ga bisa jg? brarti jaringan di operator yg bermasalah,balik lagi prinsip P.M.P dimana solusi: ganti operator laen, panjat tower (agar kenceng sinyalnya), pindah ke Korea/Jepang (dimana negara dgn bandwidth internet terkenceng).

Awalnya gue kira ini sudah berhasil. Gue nyoba yang clear cache/data, kemudian gue buka app play store, dan ternyata nggak langsung mati, sempet bisa dibuka, but nggak bisa download, dan pada akhirnya play store nggak bisa dibuka lagi. Ada apa gerangan dengan Sony Xperia M ini. Tapi gue nggak akan pernah menarik kata-kata gue sebelumnya, gue bakal tetep pilih Sony. Istiqomah! XD

Hampir hopeless, tapi gue yakin banget kalau dari beratus-ratus ribu results yang dikeluarkan mbah google pasti ada satu artikel yang bisa bantu gue. akhirnya gue memutuskan untuk mengganti keyword nya in English. Kemudian gue buka situs yang judulnya nyaris sama dengan keyword yang gue masukin (Unfortunately, the process com.google.process.gapps has stopped). Gue hampir saja close tab situs tersebut. Karena it's too easy. Gue nggak yakin masalah HP adik gue sama dengan ini. Tapi setelah dipikir-pikir nggak ada salahnya toh buat dicoba.

Buka Settings >> application >> All App >> cari download manager >> disable it and enable it

Kebetulan nih kalau di HP adik gue, emang keadaannya udah disable, otomatis gue klik enable. Dan ini terjadi karena kesalahan adik gue. Dia pernah salah download aplikasi di playstore, sebelum download-an selesai dia press aplikasinya lama, kemudian keluar si download manager ini, dan konyolnya dia malah klik disable it. Dia pikir itu pengaruhnya hanya untuk aplikasi tertentu, tapi ternyata kesalahan itu bikin dia nggak bisa buka play store. Yaay! Play Store udah bisa dibuka sekarang!!!

Tunggu, ternyata masalah nggak cuma sampai situ. Timbul masalah baru, yaitu aplikasi yang terdownload tidak bisa ditransfer dari internal memory ke SD (external memory). Nah loh! Alhasil gue minta bantuan mbah google lagi. Cara paling mudah itu bisa dilihat di sini, tapi ternyata ini tak semudah membalikan telapak tangan patung pancoran coy! Gue udah coba cara itu, tapi that's not work. Kemudian ada cara lain, yaitu dengan download app 2 SD (semacam aplikasi manager gitu). Dan sayangnya aplikasi ini nggak kompatibel dengan Sony Xperia M. Nyaris hopeless... Tapi selalu ada penyelesaian dari setiap masalah. Tiba-tiba gue melihat aplikasi yang memang sudah ada ketika gue membeli HP tersebut. Sepertinya yang punya counter sengaja masukin aplikasi itu ketika gue minta isi aplikasi ke HP nya. FILE COMMANDER, itu nama aplikasinya. Buka Internal Memory >> Android >> Data >> kemudian mark semua yang ada di dalam Data tersebut, pilih cut. Lalu tekan back dan beranjak ke External memory >> Android >> Data >> paste alias salin semua data yang di "cut" di internal memory sebelumnya. Bila ada beberapa aplikasi diluar folder Data, tinggal cut-paste aja.

Kalau boleh kasih saran sih, setelah itu mending langsung ke SONY nya langsung buat service. Bikin keluhan kalau aplikasi di internal memory nggak bisa dipindahin ke external memory tanpa bantuan aplikasi manager aplikasi. Biar semuanya bisa lebih mudah semudah mengedipkan mata.

Sekian cuap-cuap dari gue mengenai gadget yang gue sendiri nggak ngerti How to fix it! selain menggoogle ria. xP

Novel, Movie & Based On True Story

Hi Guys!
Sudah sekian lama blog ini gue tinggalkan tanpa jejak...
Kangen?
SO MUCH!!!

Langsung aja gue bahas dulu kenapa tiba-tiba aja, nggak angin nggak hujan, gue ambil judul "Novel, Movie & Based On True Story". Why? Karena pada awalnya gue sedikit terganggu dengan nada-nada kecewa dari beberapa penikmat film yang diangkat dari sebuah novel. Sering kali gue nonton film yang diangkat dari sebuah novel dan pada saat yang sama gue mendengar beberapa orang terlihat kecewa karena apa yang mereka lihat tidak sesuai dengan apa yang mereka baca di novel.

Sebaiknya gue sebutkan dulu beberapa film yang diangkat dari sebuah novel. Pertama, ada Da Vinci Code yang ditulis oleh Dan Brown sekitar tahun 2003 yang kemudian dibuat menjadi sebuah film pada tahun 2006.    Gue membaca novelnya terlebih dahulu, dan cukup kaget ketika tahu kalau ceritanya diangkat menjadi sebuah film. Jujur, gue udah ngira kalau durasi film nya bakalan mendekati 3 jam mengingat ketebalan novel yang beda tipis sama text book science alias tebel pake banget. Tapi ternyata dugaan gue meleset, durasi film tidak sampai 2 jam. Selain Da Vinci Code ada pula Harry Potter, Twillight, etc. Sedangkan di Indonesia, ada film Dealova, Eiffel I'm In Love, Ketika Cinta Bertasbih, Ayat-Ayat Cinta, dll.





Apakah wajar beberapa orang kecewa karena film yang mereka tonton tidak begitu mirip dengan novel? Bisa Ya bisa Tidak. Ya, jika memang sutradara film nya merubah beberapa cerita di dalam novel menjadi sesuatu yang baru dan tidak begitu disukai oleh penikmat film, atau kasarnya selera sang sutradara tidak cocok dengan harapan penonton. Tapi, apakah mereka (si pembaca novel) sadar kalau pada saat mereka membaca novel, maka pada saat yang sama mereka akan membayangkan jalan cerita, tokoh-tokohnya sampai latar tempatnya. Bisa saja yang terbayangkan oleh kita pada saat membaca novel tersebut tidak terdapat di dunia nyata saking liar-nya khayalan kita dalam menggambarkan apa yang saat itu kita baca dari novel. Jujur, gue lebih suka membaca novel ketimbang nonton film karena pada saat membaca novel kita bisa berkhayal semau kita, nggak ada yang ngelarang, nggak ada yang kecewa dengan apa yang gue khayalkan karena cukup gue yang menikmati. Begitupun dengan orang lain, dan pastinya masing-masing dari kita punya imajinasi yang berbeda, punya kreatifitas dalam berkhayal yang berbeda, tapi justru itu akan menambah keindahan suatu cerita dalam novel yang kita baca. Meskipun begitu, gue nggak memandang sebelah mata film yang diangkat dari sebuah novel. Dan menurut gue itu tercipta untuk kita nikmati bukan untuk dijadikan sebagai bahan perbandingan. Apapun bentuk sebuah karya seni adalah untuk dinikmati, bukan untuk dikomentari, dibandingkan, apalagi diperdebatkan.

Dari novel yang diangkat menjadi sebuah film, mari kita beranjak ke film yang berasal dari kisah nyata. Nah, ini nih yang paling gue suka, dan juara banget, pokoknya recommended banget buat ditonton! Why? 

Ketika gue nonton film yang diangkat dari kisah nyata, mau nggak mau, secara otomatis, gue bakal ngebayangin bagaimana ketika dulu kejadian yang dikisahkan dari film gue tonton itu terjadi. Jadi, selain gue menikmati karya film nya, gue juga membayangkan bagaimana orang yang asli mengalami itu semua. Langsung aja deh gue tembak satu film, karena film ini yang membuat gue bikin postingan ini, "The Conjuring". Tingkat kesereman dari film ini sebenarnya nggak setinggi film sodako atau jelangkung, tapi film ini mampu menarik banyak orang untuk menontonnya. Dan yang gue yakini kenapa banyak orang yang tertarik untuk menonton film ini karena ceritanya berasal dari kisah nyata. Pasti, sebagian besar orang yang hendak menonton film ini, sebelumnya mencari terlebih dahulu bagaimana kisah nyata dari film The Conjuring ini. Bahkan keingintahuan tentang tokoh aslinya, tempat aslinya, cerita aslinya, kehidupan tokoh-tokoh aslinya dimasa sekarang itu jauh lebih besar ketimbang nonton filmnya. Itu pada awalnya. Kemudian setelah itu, calon penonton mulai tertarik melihat trailer-nya, dan tanpa ragu-ragu menuju bioskop terdekat untuk menontonnya. Itu hipotesa gue, yang mungkin sebagian besar orang merasakannya.

Lewat postingan gue kali ini, gue hanya ingin berpesar, hargailah sebuah karya seni. Karya seni ada hanya untuk dinikmati. Karya seni bukanlah sebuah wadah untuk sebuah perdebatan. Dan mengenai imajinasi kita ketika membaca sebuah novel itu adalah suatu karya seni paling alami dan paling indah yang pernah tercipta. Trust me! :')