"Miris Lihat Anak Kecil Jaman Sekarang"

Kenalin nama gue Mpril, anak kelahiran 90-an. Jadul ya, udah tua ya. Tapi gue bersyukur sudah menjadi anak kelahiran jadul. Terlalu banyak kenangan yang bisa terus teringat dan mengesankan tentunya. Gue mau cerita sedikit atau mungkin banyak tentang kehidupan masa kecil gue yang mengesankan itu. Maaf sebelumnya, karena gue menghabiskan masa kecil gue di kota kembang (Bandung), so mungkin ada beberapa perbedaan dengan cerita masa kecil kalian di belahan bumi yang lain. Haha...

Sewaktu TK alias Taman Kanak-Kanak yang ada dipikiran gue saat itu cuma bermain, bernyanyi, dan belajar penjumlahan, seperti 1+1=2. Selain itu ada juga saat-saat yang paling dinantikan adalah hari ulang tahun gue sendiri. Di TK gue itu akan selalu menyediakan waktu dan tempat bagi setiap anak yang berulang tahun. Kue dan bingkisan makanan ditanggung oleh orang tua dari anak yang berulang tahun. Dan betapa bahagianya gue ketika mendapatkan hadiah satu kantong plastik gede. Padahal isi kadonya klasik banget, kalau nggak buku, alat tulis, ya tempat pensil, dan hadiah paling "Wah!" itu boneka barbie yang dijual murah. Tapi saat itu gue cukup bahagia!!!

Next, waktu gue SD. Permainan yang paling fenomenal itu diantaranya ada galah asin, kasti, lompat tinggi, dan tanding bola sama kakak kelas (khusus cewek) di lapangan sepak bola deket SD gue waktu itu. Kemudian waktu SD booming banget permainan badminton dengan Taufik Hidayat sebagai primadona-nya. Setiap anak yang punya raket, pasti main badminton pada saat istirahat, termasuk gue. Ada permainan lain, yaitu permainan jelangkung. Kebetulan SD gue saat itu berdekatan dengan tempat pemakaman umum yang luasnya alaihim gambreng. Karena film jelangkung yang ngehits banget saat itu membuat gue dan temen-temen gue menganggap permainan memanggil arwah dengan beberapa media itu sebagai permainan yang "class" banget. Haha... Waktu itu gue dan temen-temen gue menggunakan koin untuk melakukan permainan jelangkung. Konon kalau pake jangka atau media lain, mulangin arwahnya agak susah, tapi entahlah. Itu permainan terkonyol yang pernah ada, tapi sebenarnya bukan itu poin-nya. Apapun permainannya sudah membuat anak-anak angkatan gue pasti melakukan sosialisasi sesama tema lebih intens dibandingkan anak-anak sekarang. Percaya nggak percaya, SOB terbangun dengan alami hanya dengan seringnya kita berinteraksi dengan sahabat-sahabat kita. Ini lebih ampuh dibandingkan dengan ospek berbulan-bulan yang katanya bisa ningkatin SOB angkatan, Bullshit!

Ket: Gambar ini diambil dari mesin pencarian Google
Apa arti pacaran buat anak SD tahun 90-an? Jangan ngaku anak 90-an kalau nggak tahu film asal amerika latin "Amigos" dengan pemeran utama Pedro dan Anna. Gue dan temen-temen gue tahu pacaran atau cinta-cinta-an ala kadarnya karena film amigos ini. Dan nggak ada yang ngerti apa itu sebenarnya pacaran, alias cuma ikut-ikutan film amigos aja. Merasa diri gue (cewek) Anna, dan cowok yang disuka sebagai Pedro. Haha...


Selama TK sampai SD, yang gue dan temen-temen gue lakukan ketika pulang sekolah hanya hal-hal positif. Ada saatnya kita bermain sepeda bersama, autoped dengan roda yang bisa menyala ketika dimainkan, main boneka BP yang dibeli di warung (dan selalu update tokoh BP yang lucu-lucu), main congklak, hingga masak-masakan. Masak-masakan disini bukan masak-masakan pake tanah, tapi beneran masak, seperti nasi goreng yang kemanisan atau kegosongan, terus bikin "midog" (mie pake endog/telor), etc. Begitu banyak waktu bermain sekaligus berinteraksi dengan teman/orang lain, tidak hanya berdiam diri di dalam kamar bersama gadget.

Sewaktu SD, gue dan temen-temen gue begitu normal dalam hal selera musik. Dunia musik anak-anak begitu berwarna dengan pencipta lagu andalan gue adalah Papa T-Bob. Ada joshua, meisy, cikita meidi, trio kwek-kwek, sherina, eno lerian, and more. Saat kelas 4 SD, pengetahuan tentang musik sedikit meningkat ke arah dewasa. Saat itu SO7, melly goeslaw dengan album AADC-nya, dll. Tapi semua itu tidak merusak keluguan gue dan temen-temen gue sebagai anak SD. Haha...

Thank You Papa T-BOB for Your Contribution
Bagaimana dengan anak kecil jaman sekarang? Gue miris, tapi gue juga nggak bisa nyalahin si anak. Semuanya diatur oleh lingkungan, dan bagaimana sistem mempengaruhi karakter mereka. Bagaimana gadget telah meracuni pikiran mereka. Anak umur 3-4 tahun jaman sekarang lebih milih main PS atau maenin tablet dibadingkan main kelereng atau layangan di luat bersama temen-temennya. Bersyukur bagi beberapa anak di jaman sekarang yang fasih lagu topi saya bundar, burung kakak tua, cicak-cicak di dinding dan balonku ada lima. Setidaknya itu memberikan identitas mereka sebagai anak kecil. Permainan konvensional sudah tidak begitu diminati. Entah anaknya yang nggak suka atau orang tua-nya yang nggak ada inisiatif buat beliin. Oke, tak perlu mencari kambing hitam. Tapi ada baiknya perkenalkan-lah keponakan, anak, atau saudara kita yang masih kecil dengan hal-hal yang memang sepantasnya mereka dapatkan di usianya yang masih dini. Kasihan mereka terlalu muda untuk diperkenalkan hal-hal yang bisa membuat mereka memiliki karakter egois, individualistis, dan hal-hal negatif lainnya.

Ket: Gambar ini diambil dari mesin pencarian Google

Anak kecil bisa mainin gadget membuat sebuah kebanggan? Gue lebih bangga lagi pernah mengalami memainkan banyak permainan konvensional yang sangat jarang kita temui di jaman-jaman sekarang yang hi-tec. #Sekian

No comments: